AI
xAI Tegaskan Komitmen Privasi Grok Build dengan Zero Data Retention dan Perintah CLI
xAI mengumumkan dukungan Zero Data Retention untuk Grok Build, termasuk perintah CLI /privacy untuk mengelola data.
Oleh Tim Editorial

xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan oleh Elon Musk, kembali menegaskan fokusnya pada privasi pengguna melalui pengumuman terbaru terkait platform pengembangan perangkat lunak Grok Build. Dalam unggahan di akun X resmi SpaceXAI pada Kamis, 23 Juli 2026, perusahaan menyatakan bahwa mereka sangat peduli terhadap privasi dan menghormati pilihan pelanggan. Pernyataan tersebut disertai dengan penjelasan teknis mengenai kebijakan Zero Data Retention (ZDR) yang diterapkan di Grok Build. Menurut unggahan tersebut, untuk tim yang menggunakan ZDR, tidak ada jejak data atau kode yang pernah disimpan. Semua penggunaan kunci API Grok Build juga menghormati kebijakan ZDR tersebut. Jika ZDR dinonaktifkan, pengguna masih memiliki kendali penuh melalui perintah /privacy yang tersedia di Command Line Interface (CLI).
Perintah ini memungkinkan pengguna untuk menonaktifkan penyimpanan data, sekaligus menghapus data yang telah disinkronkan sebelumnya. Pengguna dapat menjalankan perintah /privacy kapan saja untuk melihat atau mengubah pengaturan privasi mereka. Kebijakan ini bukanlah hal baru bagi Grok Build. Berdasarkan riset validasi dari berbagai sumber, termasuk dokumentasi resmi di docs.x.ai, Grok Build telah mendukung ZDR sejak peluncurannya. Sebuah artikel di basenor.com yang diterbitkan pada 13 Juli 2026 mencatat bahwa xAI telah mengonfirmasi hal tersebut dalam menanggapi pertanyaan pengguna tentang privasi. Pada 15 Juli 2026, xAI mengambil langkah lebih lanjut dengan membuka sumber kode (open source) Grok Build dan mereset batas penggunaan untuk semua pengguna. Langkah ini membuat seluruh basis kode dan repositori Git CLI tersedia untuk publik.
Repositori tersebut, yang dihosting di GitHub dengan lisensi Apache 2.0, telah mengumpulkan sekitar 4.500 bintang pada saat artikel explainx.ai diterbitkan pada 16 Juli 2026. Keputusan untuk membuka sumber kode Grok Build menandai perubahan strategi yang signifikan. Sebelumnya, Grok Build hanya tersedia sebagai layanan tertutup. Dengan open source, pengembang kini dapat memeriksa, memodifikasi, dan berkontribusi pada kode secara langsung, meskipun hingga saat ini belum ada pull request eksternal yang dilaporkan. Dari sisi teknis, Grok Build dibangun menggunakan bahasa pemrograman Rust. Langkah instalasi dan build tersedia di repositori GitHub. Platform ini bersaing langsung dengan alat serupa seperti Codex dari OpenAI dan OpenCode dari Meta, meskipun xAI belum secara eksplisit membandingkan fitur privasi Grok Build dengan kompetitornya.
Penerapan ZDR dan perintah CLI /privacy memberikan lapisan kontrol tambahan bagi pengembang yang menggunakan Grok Build. Dalam ekosistem pengembangan perangkat lunak berbasis AI, kekhawatiran tentang kebocoran data dan penggunaan data pelatihan menjadi isu sentral. Dengan ZDR, xAI berupaya mengurangi risiko tersebut dengan memastikan bahwa data kode tidak disimpan di server mereka. Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan ZDR hanya berlaku jika diaktifkan. Jika pengguna menonaktifkannya, data akan disimpan hingga perintah /privacy dijalankan. xAI tidak merinci berapa lama data disimpan dalam skenario default tanpa ZDR, atau apakah ada pengecualian untuk keperluan debugging atau keamanan. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap praktik privasi perusahaan AI besar. Beberapa perusahaan sebelumnya telah menghadapi kritik karena menggunakan data pengguna untuk melatih model tanpa izin eksplisit.
Dengan mengedepankan ZDR, xAI mencoba membedakan diri sebagai opsi yang lebih ramah privasi. Meskipun demikian, efektivitas kebijakan ini masih bergantung pada implementasi teknis dan audit independen. xAI belum merilis laporan audit pihak ketiga untuk memverifikasi klaim ZDR mereka. Dokumentasi resmi di docs.x.ai hanya menyediakan FAQ umum tentang keamanan API, tanpa detail teknis tentang bagaimana ZDR diterapkan di tingkat infrastruktur. Bagi pengembang yang ingin mencoba Grok Build, langkah pertama adalah menginstal CLI melalui repositori GitHub. Setelah terinstal, pengguna dapat langsung menjalankan perintah /privacy untuk memeriksa status pengaturan privasi mereka. xAI menekankan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, sejalan dengan pernyataan awal perusahaan tentang penghormatan terhadap pilihan pelanggan.
Ke depannya, komunitas pengembang dan pengamat industri akan mengamati apakah xAI akan memperluas kebijakan ZDR ke produk lain, seperti model Grok yang mendasari platform ini. Belum ada pengumuman resmi mengenai hal tersebut. Untuk saat ini, fokus xAI tampaknya adalah membangun kepercayaan melalui transparansi dan kontrol pengguna yang lebih besar.