Fintech
Visa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD Saingi Circle
Visa meluncurkan platform stablecoin yang memungkinkan bank dan fintech menerbitkan serta mengelola dolar digital melalui jaringan pembayarannya.
Oleh Tim Editorial

Visa mengumumkan platform stablecoin baru yang diberi nama Open USD pada Kamis, 16 Juli 2026, memperkuat posisinya di ekosistem aset digital. Platform ini dirancang agar bank dan perusahaan fintech dapat menerbitkan, mengelola, dan menyelesaikan transaksi dolar digital melalui jaringan pembayaran Visa. Langkah ini menempatkan Visa sebagai pesaing langsung Circle, penerbit stablecoin USDC yang selama ini mendominasi pasar stablecoin yang diatur di Amerika Serikat. Open USD memungkinkan institusi keuangan tradisional untuk mengadopsi stablecoin tanpa harus membangun infrastruktur sendiri dari nol. Poin yang perlu digarisbawahi, platform ini tidak hanya menyediakan penerbitan token tetapi juga mencakup layanan manajemen likuiditas dan settlement. Visa memanfaatkan jaringan pembayarannya yang sudah mapan untuk memproses transaksi stablecoin, memberikan keunggulan dalam hal kecepatan dan jangkauan.
Dari sisi pasar saham, harga saham Visa (V) naik 2,82% menjadi $365,14 pada perdagangan Kamis, mencerminkan respons positif investor terhadap ekspansi bisnis kripto perusahaan. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya minat institusional terhadap stablecoin sebagai alat pembayaran digital. Perkembangan ini berarti persaingan di pasar stablecoin yang diatur semakin ketat. Circle selama ini menjadi pemain utama dengan USDC yang telah terintegrasi di berbagai platform keuangan. Kehadiran Visa dengan infrastruktur pembayaran globalnya berpotensi mengubah dinamika pasar, terutama di segmen perbankan tradisional yang ingin masuk ke ekosistem aset digital. Implikasi second order dari langkah Visa adalah percepatan adopsi stablecoin oleh bank bank besar. Dengan Visa menyediakan infrastruktur yang patuh regulasi, hambatan teknis dan kepatuhan bagi institusi keuangan untuk menerbitkan stablecoin sendiri menjadi lebih rendah.
Ini bisa mendorong lebih banyak bank untuk meluncurkan dolar digital mereka sendiri. Status perkembangan berikutnya, platform Open USD sudah dapat diakses oleh mitra Visa. Belum ada pengumuman mengenai bank atau fintech spesifik yang akan menjadi pengguna pertama platform ini.