Technology

TSMC Tambah Investasi AS Jadi USD 265 Miliar, CFO Sebut Dorong Permintaan dan Persaingan

TSMC menambah investasi di Arizona menjadi USD 265 miliar, didorong permintaan pelanggan AS dan persaingan ketat.

Oleh Tim Editorial

TSMC Tambah Investasi AS Jadi USD 265 Miliar, CFO Sebut Dorong Permintaan dan Persaingan
pakalertpress.com

Keputusan TSMC untuk meningkatkan investasi di Arizona menjadi USD 265 miliar merupakan langkah strategis untuk memenuhi permintaan tinggi dari pelanggan utama di Amerika Serikat sekaligus menghadapi persaingan dari pesaing yang semakin agresif. Pernyataan ini disampaikan oleh Chief Financial Officer TSMC dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Technology pada 19 Juli 2026. Investasi tambahan sebesar USD 100 miliar ini menjadikan total pengeluaran TSMC di AS sebagai salah satu investasi asing terbesar dalam sejarah manufaktur semikonduktor. CFO TSMC menekankan bahwa keputusan ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat kapasitas produksi di dekat basis pelanggan utama, termasuk perusahaan teknologi besar seperti Apple, Nvidia, dan AMD yang sangat bergantung pada chip canggih buatan TSMC. Permintaan dari pelanggan AS menjadi faktor utama di balik ekspansi ini.

TSMC melihat lonjakan permintaan untuk chip berperforma tinggi yang digunakan dalam kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan perangkat konsumen. Dengan menambah kapasitas di Arizona, TSMC dapat mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang terkonsentrasi di Taiwan dan memperpendek waktu pengiriman ke pelanggan Amerika. Selain permintaan, persaingan dari rival ambisius juga mendorong TSMC untuk mempercepat investasi di AS. CFO menyebutkan bahwa perusahaan seperti Intel dan Samsung Electronics terus meningkatkan kapasitas produksi mereka di Amerika Serikat. Intel, misalnya, telah mengumumkan rencana investasi besar besaran di pabrik chip di Ohio dan Arizona, sementara Samsung memperluas fasilitasnya di Texas. TSMC saat ini sedang membangun tiga pabrik di Arizona. Pabrik pertama dijadwalkan mulai produksi pada 2025, sementara pabrik kedua dan ketiga akan menyusul pada tahun tahun berikutnya.

Investasi tambahan ini memungkinkan TSMC untuk mempercepat pembangunan pabrik keempat dan meningkatkan kapasitas produksi chip canggih 3 nanometer dan 2 nanometer di AS. Keputusan TSMC untuk berinvestasi besar di AS juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Amerika yang mendorong produksi chip dalam negeri melalui CHIPS Act. Undang undang ini menyediakan subsidi miliaran dolar untuk perusahaan semikonduktor yang membangun pabrik di AS. Meskipun TSMC telah menerima beberapa insentif, CFO tidak merinci jumlah pasti subsidi yang diterima perusahaan. Analis industri melihat langkah TSMC ini sebagai respons terhadap tekanan geopolitik yang meningkat antara AS dan China. Ketegangan di Selat Taiwan telah mendorong pemerintah AS untuk mengurangi ketergantungan pada chip buatan Taiwan. Dengan membangun kapasitas produksi di AS, TSMC dapat mempertahankan akses ke pasar Amerika yang merupakan pasar terbesarnya.

CFO TSMC juga menekankan bahwa investasi ini tidak hanya menguntungkan TSMC tetapi juga ekosistem semikonduktor AS. Pembangunan pabrik pabrik ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta mendorong pertumbuhan pemasok peralatan dan bahan baku lokal. Namun, tantangan tetap ada. Biaya konstruksi dan operasional di AS lebih tinggi dibandingkan di Taiwan. TSMC harus merekrut dan melatih tenaga kerja lokal yang terampil, yang membutuhkan waktu dan investasi tambahan. CFO mengakui bahwa margin keuntungan untuk produksi di AS mungkin lebih rendah dalam jangka pendek, tetapi manfaat strategis jangka panjang dianggap lebih penting. Keputusan TSMC untuk menambah investasi di AS juga mencerminkan perubahan lanskap industri semikonduktor global.

Dengan meningkatnya permintaan chip untuk AI dan komputasi kinerja tinggi, perusahaan perusahaan semikonduktor berlomba lomba membangun kapasitas produksi di berbagai wilayah untuk mengurangi risiko rantai pasok. Persaingan dengan Intel dan Samsung menjadi semakin ketat. Intel telah mengumumkan rencana untuk menjadi pemain utama dalam foundry chip dengan membangun pabrik pabrik baru di AS dan Eropa. Samsung juga terus berinvestasi di pabrik chip di Texas dan berencana memperluas ke negara bagian lain. TSMC, sebagai pemimpin pasar foundry global dengan pangsa pasar lebih dari 50 persen, tidak ingin kehilangan posisinya. Investasi di AS memungkinkan TSMC untuk tetap dekat dengan pelanggan utama dan merespons permintaan dengan lebih cepat. Keputusan ini juga berdampak pada rantai pasok global.

Dengan kapasitas produksi yang lebih besar di AS, TSMC dapat mengurangi risiko gangguan pasok akibat ketegangan geopolitik atau bencana alam di Taiwan. Ini memberikan jaminan lebih bagi pelanggan yang khawatir tentang ketergantungan berlebihan pada satu wilayah. CFO TSMC menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa investasi ini akan memperkuat posisi TSMC di pasar global dan memungkinkan perusahaan untuk terus memimpin dalam teknologi chip canggih. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara TSMC dan pemerintah AS, yang telah menjadi mitra penting dalam industri semikonduktor. Dengan total investasi USD 265 miliar, TSMC menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap pasar Amerika Serikat. Keputusan ini tidak hanya didorong oleh permintaan dan persaingan, tetapi juga oleh visi untuk membangun rantai pasok semikonduktor yang lebih tangguh dan terdiversifikasi.

Sumber dan referensi