AI
TSMC Rencanakan Kenaikan Harga Chip hingga 10% pada 2027
TSMC dikabarkan akan menaikkan harga chip hingga 10% pada 2027 untuk menutup biaya produksi yang meningkat.
Oleh Tim Editorial

Langkah ini diambil untuk menutup kenaikan biaya manufaktur yang terus meningkat, terutama didorong oleh ekspansi kapasitas produksi canggih dan investasi besar besaran di pabrik pabrik baru di luar Taiwan, termasuk di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman. TSMC, sebagai pengecoran chip (foundry) terbesar di dunia, memasok chip untuk raksasa teknologi seperti Apple, Nvidia, dan AMD. Kenaikan harga ini berpotensi mempengaruhi harga akhir produk elektronik konsumen, server AI, dan perangkat lainnya. Menurut Nikkei, yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, TSMC telah membahas kenaikan harga dengan klien kliennya. Besaran kenaikan bervariasi tergantung pada node proses dan volume pesanan, dengan kenaikan tertinggi mencapai 10% untuk proses paling canggih seperti 3 nanometer dan 2 nanometer yang akan datang. TSMC sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut.
Kebijakan harga TSMC biasanya bersifat rahasia dan dinegosiasikan secara bilateral dengan setiap klien. Kenaikan harga ini terjadi di tengah optimisme industri semikonduktor yang didorong oleh permintaan kecerdasan buatan (AI). Saham saham semikonduktor memimpin kenaikan selama dua hari berturut turut pada pekan ini, seperti dilaporkan CoinDesk pada Rabu (22/7/2026). Optimisme AI terus mendorong investasi di pusat data dan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi, yang semuanya membutuhkan chip canggih buatan TSMC. Namun, biaya pembangunan pabrik baru yang sangat mahal, terutama fabrikasi 3nm dan 2nm yang diperkirakan menelan biaya puluhan miliar dolar, menjadi beban yang harus ditanggung oleh TSMC dan kliennya. Di sisi lain, laporan yang sama dari CoinDesk juga mencatat bahwa yen Jepang terus melemah, mencapai level terendah dalam 40 tahun di atas 163 yen per dolar AS.
Pelemahan yen ini menjadi faktor makroekonomi yang relevan karena TSMC sedang membangun pabrik senilai miliaran dolar di Kumamoto, Jepang, dengan dukungan pemerintah Jepang. Biaya konstruksi dan operasional di Jepang, yang dihitung dalam yen, menjadi lebih murah dalam dolar AS, namun inflasi biaya material dan tenaga kerja di Jepang sendiri juga meningkat. Kenaikan harga chip TSMC secara global dapat menjadi salah satu cara untuk mengompensasi fluktuasi mata uang dan perbedaan biaya operasional antar negara. Sementara itu, dalam ekosistem kripto yang juga bergantung pada chip, Foundry USA, salah satu kumpulan penambang Bitcoin (mining pool) terbesar, meminta para pelanggan penambangnya untuk memberikan suara dukungan terhadap BIP 110. Proposal ini secara aktif diperdebatkan dan bertujuan untuk mengurangi jumlah data yang dapat disimpan dalam satu transaksi Bitcoin.
Langkah ini dilaporkan oleh CoinTelegraph pada waktu yang sama. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan kenaikan harga TSMC, perkembangan ini menunjukkan bahwa industri penambangan kripto terus berupaya mengoptimalkan efisiensi di tengah biaya operasional yang tinggi, termasuk biaya perangkat keras yang menggunakan chip buatan TSMC. Bitcoin sendiri diperdagangkan mendekati level USD 66.300 pada Rabu (22/7/2026), menurut CoinDesk. Pergerakan harga ini terjadi di tengah reli saham semikonduktor dan pelemahan yen. Hubungan antara harga Bitcoin dan saham semikonduktor seringkali bersifat korelatif karena investor institusional melihat kedua aset tersebut sebagai bagian dari portofolio teknologi berisiko tinggi. Namun, kenaikan biaya chip dapat menjadi tekanan bagi margin penambang Bitcoin yang sangat bergantung pada perangkat keras ASIC (Application Specific Integrated Circuit) yang efisien dan mahal.
Kenaikan harga TSMC pada 2027 mendatang diperkirakan akan menjadi topik hangat dalam negosiasi kontrak tahun depan. Klien klien besar seperti Apple dan Nvidia memiliki daya tawar yang kuat karena volume pesanan mereka yang besar, namun TSMC juga memiliki posisi dominan sebagai satu satunya produsen chip paling canggih yang andal. Analis memperkirakan bahwa sebagian dari kenaikan biaya ini akan diteruskan ke konsumen akhir, terutama untuk produk produk premium seperti smartphone flagship dan akselerator AI. Belum ada konfirmasi resmi dari TSMC mengenai besaran atau jadwal pasti kenaikan harga ini.