AI

Startup Chip AI Fractile Dikabarkan Incar Valuasi USD 6,5 Miliar

Fractile, startup chip AI asal London, dikabarkan dalam pembicaraan lanjutan untuk valuasi USD 6,5 miliar setelah kesepakatan pasokan dengan Anthropic.

Oleh Tim Editorial

Startup Chip AI Fractile Dikabarkan Incar Valuasi USD 6,5 Miliar
rcrtech.com

Fractile, startup yang berbasis di London dan mengembangkan chip khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), dikabarkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk meraih valuasi USD 6,5 miliar. Angka ini lebih dari enam kali lipat dibandingkan valuasi yang diperoleh perusahaan pada Mei lalu, seperti dilaporkan Bloomberg Technology pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kabar ini muncul setelah Fractile memiliki kesepakatan untuk memasok chip kepada Anthropic PBC, perusahaan AI terkemuka di balik model Claude. Laporan tersebut, yang mengutip sumber sumber yang mengetahui masalah ini, menyebutkan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan belum final. Namun, jika terealisasi, lonjakan valuasi ini akan menempatkan Fractile di jajaran startup chip AI paling bernilai di Eropa.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Fractile dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan dengan Anthropic untuk memasok akselerator inferensi, chip yang dirancang untuk menjalankan model AI setelah dilatih, dengan target mengurangi biaya komputasi AI hingga 2027. Fractile mengembangkan chip dengan arsitektur memori dalam chip (in memory) berbasis SRAM. Menurut laporan ai2.work pada Juli 2026, chip ini menjanjikan inferensi 25 kali lebih cepat dibandingkan arsitektur konvensional. Pendekatan ini berbeda dari desain chip AI mainstream yang banyak digunakan saat ini, yang biasanya mengandalkan DRAM eksternal. Dengan menyimpan data langsung di dalam chip, Fractile berupaya mengurangi latensi dan konsumsi daya, dua faktor krusial dalam menjalankan model AI berskala besar. Ketertarikan Anthropic terhadap Fractile menjadi sorotan utama.

Menurut laporan theaicronicle.com pada Mei 2026, Anthropic menjajaki arsitektur SRAM Fractile untuk memangkas biaya AI dan menantang dominasi NVIDIA di pasar chip AI. Jika kesepakatan pasokan terwujud, Fractile akan menjadi pemasok chip keempat bagi Anthropic, setelah sebelumnya perusahaan tersebut mengandalkan chip dari pengembang lain. Langkah ini sejalan dengan upaya Anthropic untuk mendiversifikasi sumber daya komputasinya di tengah melonjaknya permintaan akan kapasitas inferensi AI. Kabar negosiasi valuasi ini muncul di tengah meningkatnya minat investor terhadap startup chip AI yang menawarkan alternatif bagi arsitektur NVIDIA. NVIDIA saat ini menguasai sebagian besar pasar akselerator AI, namun biaya dan keterbatasan pasokan mendorong perusahaan seperti Anthropic untuk mencari pemasok tambahan.

Fractile, dengan pendekatan in memory yang berbeda, dinilai menawarkan efisiensi yang signifikan untuk beban kerja inferensi, yang menjadi bagian terbesar dari biaya operasional AI setelah model dilatih. Meski demikian, perlu dicatat bahwa laporan Bloomberg Technology masih berdasarkan sumber anonim dan belum ada konfirmasi resmi dari Fractile maupun Anthropic. Nilai kesepakatan pasokan antara Fractile dan Anthropic juga belum diungkapkan secara publik. Namun, jika valuasi USD 6,5 miliar tercapai, ini akan menjadi salah satu pendanaan terbesar untuk startup chip AI di Eropa, menandakan kepercayaan investor terhadap teknologi alternatif di luar arsitektur dominan. Kronologi perkembangan Fractile menunjukkan akselerasi yang cepat. Pada Mei 2026, laporan rcrtech.com menyebutkan Anthropic sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi akselerator inferensi dari Fractile.

Pada Juli 2026, laporan ai2.work mengungkapkan detail teknis chip SRAM Fractile dan menyebut Anthropic dalam pembicaraan awal untuk menjadi pemasok chip keempatnya. Kini, pada Agustus 2026, kabar valuasi USD 6,5 miliar muncul, menunjukkan bahwa minat Anthropic telah mendorong valuasi Fractile naik signifikan. Dampak potensial dari kesepakatan ini tidak hanya dirasakan oleh Fractile dan Anthropic. Jika Fractile berhasil memasok chip ke Anthropic, hal ini dapat mempercepat adopsi arsitektur in memory di industri AI. Para analis memandang bahwa persaingan di pasar chip AI tidak lagi hanya tentang kecepatan komputasi mentah, tetapi juga efisiensi biaya dan energi. Chip dengan memori internal seperti buatan Fractile dapat menjadi kunci untuk menekan biaya operasional pusat data AI yang terus membengkak. Namun, tantangan tetap ada.

Fractile masih harus membuktikan bahwa chipnya dapat diproduksi secara massal dengan biaya kompetitif dan diintegrasikan ke dalam infrastruktur AI yang ada. Selain itu, ketergantungan pada satu pelanggan besar seperti Anthropic dapat menjadi risiko jika kesepakatan tidak berlanjut. Meski demikian, minat dari perusahaan AI terkemuka memberikan sinyal kuat bahwa teknologi Fractile dianggap layak untuk diuji dalam skala besar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Fractile maupun Anthropic mengenai negosiasi valuasi tersebut. Bloomberg Technology melaporkan bahwa pembicaraan masih dalam tahap lanjut, tetapi belum ada kepastian kapan kesepakatan akan diumumkan. Jika berhasil, Fractile akan menjadi salah satu startup chip AI dengan valuasi tertinggi di Eropa, menyaingi perusahaan perusahaan rintisan serupa di Amerika Serikat dan Asia.

Perkembangan ini juga menyoroti semakin pentingnya pasar chip AI khusus di luar pemain besar. Dengan meningkatnya kebutuhan akan inferensi AI yang cepat dan murah, startup seperti Fractile menawarkan inovasi yang dapat mengubah lanskap industri. Bagi Anthropic, memiliki pemasok chip tambahan berarti mengurangi ketergantungan pada satu vendor dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola biaya komputasi. Bagi Fractile, kesepakatan dengan Anthropic dapat menjadi batu loncatan untuk menarik lebih banyak pelanggan dan investor. Ke depan, publik akan menantikan apakah negosiasi valuasi ini membuahkan hasil dan bagaimana dampaknya terhadap pasar chip AI secara keseluruhan. Jika Fractile berhasil mengamankan valuasi USD 6,5 miliar, ini akan menjadi bukti bahwa investor melihat nilai jangka panjang dalam teknologi in memory untuk AI. Namun, tanpa konfirmasi resmi, kabar ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Yang jelas, minat Anthropic terhadap Fractile telah menempatkan startup London ini di peta industri chip AI global.

Sumber dan referensi