Startup

Starcloud Raih Pendanaan 250 Juta Dolar untuk Data Center Orbital

Starcloud mengumumkan perpanjangan pendanaan 250 juta dolar AS dengan valuasi 2,3 miliar dolar AS untuk membangun data center AI di orbit, didukung Nvidia dan Cisco.

Oleh Tim Editorial

Starcloud Raih Pendanaan 250 Juta Dolar untuk Data Center Orbital
techcrunch.com

Starcloud, perusahaan rintisan yang berbasis di Redmond, Washington, mengumumkan perpanjangan pendanaan sebesar 250 juta dolar AS pada 21 Agustus 2026, dengan valuasi 2,3 miliar dolar AS. Pendanaan ini bertujuan untuk membangun data center berbasis satelit yang dirancang untuk menjalankan komputasi AI, sebuah langkah yang disebut perusahaan sebagai solusi atas keterbatasan energi di Bumi. Perusahaan ini didukung oleh Nvidia dan Cisco, dua nama besar di industri teknologi, yang turut serta dalam putaran pendanaan terbaru. Menurut laporan TechCrunch yang terbit pada hari yang sama, langkah ini menandakan akan adanya persaingan besar untuk mengamankan akses ke luar angkasa, seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI yang tidak bisa lagi dipenuhi oleh infrastruktur darat. Keputusan Starcloud untuk membangun data center di orbit muncul dari masalah mendasar: energi.

Data center di Bumi membutuhkan listrik dalam jumlah besar, dan banyak wilayah mengalami keterbatasan pasokan. Dengan memindahkan komputasi ke luar angkasa, perusahaan berharap dapat memanfaatkan energi matahari yang melimpah di orbit, tanpa harus bersaing dengan kebutuhan energi domestik. Pendanaan ini merupakan perpanjangan dari putaran sebelumnya, yang menurut laporan 425Business, menempatkan Starcloud sebagai salah satu pemain kunci dalam perlombaan untuk menyediakan komputasi AI yang berkelanjutan. Redmond, lokasi kantor pusat perusahaan, juga dikenal sebagai rumah bagi banyak perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft, yang mungkin memberikan akses ke bakat dan kemitraan strategis. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Starcloud bukan hanya teknis, tetapi juga logistik. "Opsi peluncuran mengering," demikian judul laporan TechCrunch, yang menyoroti kesulitan mendapatkan slot peluncuran roket.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang ingin mengirim satelit ke orbit, kapasitas peluncuran menjadi langka dan mahal. Ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Starcloud untuk mewujudkan rencananya. Meskipun demikian, minat investor terhadap Starcloud menunjukkan keyakinan bahwa komputasi orbital adalah masa depan. Nvidia, yang dikenal sebagai pemimpin dalam chip AI, melihat potensi besar dalam memperluas komputasi AI ke luar angkasa. Cisco, di sisi lain, mungkin tertarik pada aspek jaringan dan komunikasi antar satelit yang diperlukan untuk mengoperasikan data center di orbit. Valuasi 2,3 miliar dolar AS menempatkan Starcloud di jajaran perusahaan rintisan bernilai tinggi, meskipun belum jelas pendapatan atau profitabilitasnya. Ini menunjukkan bahwa investor bersedia membayar premi untuk visi jangka panjang, terutama di sektor yang dianggap penting untuk masa depan komputasi. Kronologi pengumuman ini juga menarik.

Pada 21 Agustus 2026, TechCrunch melaporkan pendanaan tersebut, dan pada hari yang sama, 425Business menerbitkan laporan serupa. Ini menunjukkan bahwa Starcloud secara aktif mengomunikasikan kabar ini ke media, mungkin sebagai bagian dari strategi untuk menarik perhatian publik dan mitra potensial. Dampak industri dari langkah ini bisa signifikan. Jika Starcloud berhasil, ini bisa membuka jalan bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejaknya, menciptakan ekosistem baru di luar angkasa. Namun, jika gagal, ini bisa menjadi peringatan tentang risiko besar yang terkait dengan komputasi orbital. Saat ini, Starcloud belum mengumumkan jadwal pasti untuk peluncuran data center pertamanya. Namun, dengan pendanaan segar di tangan, perusahaan kemungkinan akan mempercepat pengembangan dan mulai mengamankan kontrak peluncuran.

Persaingan untuk akses ke luar angkasa diprediksi akan semakin ketat, dan Starcloud harus bergerak cepat untuk memastikan posisinya. Para pengamat industri mencatat bahwa langkah Starcloud mencerminkan tren yang lebih luas di mana perusahaan teknologi mencari cara inovatif untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur darat. Dengan AI yang semakin haus daya, solusi di luar Bumi mungkin menjadi semakin relevan, meskipun masih banyak tantangan teknis dan regulasi yang harus diatasi. Salah satu tantangan teknis adalah memastikan data center di orbit dapat beroperasi secara otonom, mengingat jarak dan keterlambatan komunikasi dengan Bumi. Ini membutuhkan sistem yang sangat canggih dan andal, yang belum tentu tersedia saat ini. Namun, dengan dukungan Nvidia, Starcloud mungkin memiliki akses ke teknologi mutakhir yang diperlukan. Selain itu, ada pertanyaan tentang regulasi.

Siapa yang mengatur data center di luar angkasa? Bagaimana kepatuhan terhadap hukum privasi data yang berbeda di berbagai negara? Ini adalah pertanyaan yang belum terjawab, dan bisa menjadi hambatan besar bagi adopsi luas komputasi orbital. Meskipun demikian, Starcloud tampaknya yakin dengan jalannya. Dengan pendanaan 250 juta dolar AS, perusahaan memiliki sumber daya untuk mengatasi hambatan teknis dan regulasi. Langkah berikutnya adalah mengamankan slot peluncuran, yang menurut laporan TechCrunch, semakin sulit didapat. Persaingan untuk akses ke luar angkasa tidak hanya datang dari perusahaan data center, tetapi juga dari operator satelit komunikasi, perusahaan pariwisata luar angkasa, dan bahkan badan antariksa pemerintah. Ini berarti Starcloud harus bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas, baik itu roket, slot orbit, atau frekuensi komunikasi.

Di sisi lain, keberhasilan Starcloud bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan industri luar angkasa secara keseluruhan. Dengan menunjukkan bahwa ada pasar untuk komputasi orbital, perusahaan ini bisa menarik lebih banyak investasi ke sektor ini, yang pada gilirannya akan meningkatkan kapasitas peluncuran dan menurunkan biaya. Sementara itu, para investor akan mengawasi perkembangan Starcloud dengan cermat. Apakah perusahaan ini bisa memenuhi janjinya? Apakah data center orbital benar benar bisa beroperasi secara efisien? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah pendanaan ini adalah investasi cerdas atau sekadar mimpi yang terlalu ambisius. Untuk saat ini, Starcloud telah mengambil langkah berani dengan mengumpulkan dana besar di tengah ketidakpastian. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, tetapi juga membawa risiko yang signifikan.

Hanya waktu yang akan membuktikan apakah komputasi orbital adalah masa depan atau sekadar eksperimen mahal.

Sumber dan referensi