Insight
Siapa Sam Altman, Sosok di Balik OpenAI dan Ledakan ChatGPT?
Sam Altman merupakan pengusaha dan investor teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus CEO OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT. Di bawah kepemimpinannya, OpenAI berkembang dari laboratorium penelitian kecerdasan buatan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia. OpenAI masih mencantumkan Altman sebagai CEO dalam struktur organisasinya saat ini
Oleh Tim Editorial

Sam Altman merupakan pengusaha dan investor teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus CEO OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT. Di bawah kepemimpinannya, OpenAI berkembang dari laboratorium penelitian kecerdasan buatan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia. OpenAI masih mencantumkan Altman sebagai CEO dalam struktur organisasinya saat ini. Nama Altman menjadi dikenal luas setelah ChatGPT diluncurkan pada 30 November 2022. Kehadiran chatbot tersebut membuat teknologi AI generatif yang sebelumnya banyak digunakan oleh peneliti dan perusahaan teknologi mulai diakses secara luas oleh masyarakat. ChatGPT kemudian digunakan untuk menulis, belajar, membuat kode, menganalisis dokumen, hingga membantu pekerjaan kreatif. Dari Stanford ke startup pertamanya Samuel Harris Altman lahir di Chicago pada 22 April 1985 dan tumbuh di wilayah St. Louis, Missouri.
Ia sempat mempelajari ilmu komputer di Stanford University, tetapi meninggalkan kampus setelah sekitar dua tahun untuk membangun perusahaan teknologi. Pada 2005, Altman mendirikan Loopt, sebuah aplikasi berbasis lokasi yang memungkinkan pengguna mengetahui keberadaan teman dan menemukan aktivitas di sekitar mereka. Loopt termasuk dalam kelompok awal startup yang didanai oleh Y Combinator. Perusahaan tersebut tidak pernah berkembang menjadi layanan konsumen sebesar Facebook atau Twitter. Namun, perjalanan Loopt membawa Altman masuk ke jaringan investor dan pendiri startup Silicon Valley. Pada 2012, Loopt diakuisisi oleh perusahaan teknologi finansial Green Dot. Memimpin Y Combinator Karier Altman semakin menonjol ketika ia bergabung dengan Y Combinator, salah satu akselerator startup paling berpengaruh di Amerika Serikat. Ia ditunjuk sebagai presiden Y Combinator pada 2014 dan memegang jabatan tersebut hingga 2019.
Y Combinator dikenal karena mendanai dan membimbing perusahaan teknologi pada tahap awal. Ekosistem tersebut telah melahirkan berbagai perusahaan besar, termasuk Airbnb, Dropbox, Stripe, Reddit, dan DoorDash. Di Y Combinator, Altman tidak hanya menilai ide bisnis. Ia membantu para pendiri mendapatkan pendanaan, membangun produk, merekrut tim, dan memperbesar perusahaan. Pengalaman ini membentuk reputasinya sebagai pemimpin yang mampu menghubungkan teknologi, modal, dan ambisi bisnis. Mendirikan OpenAI Pada 2015, Altman bersama Elon Musk, Greg Brockman, Ilya Sutskever, Wojciech Zaremba, dan sejumlah tokoh teknologi lainnya mendirikan OpenAI. Organisasi tersebut awalnya dibentuk sebagai lembaga nirlaba dengan tujuan memastikan kecerdasan umum buatan dapat memberikan manfaat bagi seluruh manusia. Altman kemudian menjadi CEO OpenAI pada 2019.
Perannya terutama berada pada kepemimpinan perusahaan, strategi bisnis, penggalangan modal, pengembangan produk, serta hubungan dengan mitra dan pemerintah. Ia bukan satu satunya pencipta ChatGPT dan bukan ilmuwan yang mengembangkan seluruh teknologinya seorang diri. Pengembangan model AI OpenAI merupakan hasil kerja banyak peneliti, teknisi, desainer produk, dan tenaga keamanan. Namun, Altman menjadi wajah publik perusahaan sekaligus orang yang bertanggung jawab mengarahkan strategi komersial dan ekspansinya. Mengapa Sam Altman begitu berpengaruh? Pengaruh Altman tidak hanya berasal dari jabatannya sebagai CEO. Ia berada di tengah keputusan besar mengenai bagaimana AI dikembangkan, didanai, dikomersialkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat. Altman juga aktif berbicara dengan pemerintah, investor, universitas, dan pemimpin perusahaan mengenai potensi serta risiko AI.
Dalam kesaksiannya di Senat Amerika Serikat pada 2023, ia mendukung adanya pengawasan dan regulasi terhadap sistem AI berkemampuan tinggi. Di sisi lain, OpenAI membutuhkan pusat data, cip, energi, dan pendanaan dalam jumlah sangat besar. Hal ini membuat Altman tidak hanya berperan sebagai pemimpin perusahaan perangkat lunak, tetapi juga sebagai penghubung antara industri AI, produsen semikonduktor, perusahaan energi, investor, dan pemerintah. Pemecatan yang hanya berlangsung beberapa hari Perjalanan Altman di OpenAI tidak selalu berjalan mulus. Pada November 2023, dewan direksi OpenAI tiba tiba mencopotnya dari posisi CEO dengan alasan tidak selalu terbuka dalam komunikasinya dengan dewan. Keputusan tersebut memicu kekacauan internal. Sebagian besar karyawan mengancam akan meninggalkan perusahaan apabila Altman tidak dikembalikan.
Setelah perundingan selama beberapa hari, ia kembali menjabat sebagai CEO dan susunan dewan direksi OpenAI dirombak. Peristiwa tersebut memperlihatkan besarnya dukungan internal terhadap Altman. Namun, kejadian itu juga memunculkan pertanyaan mengenai kepemimpinan, transparansi, serta siapa yang seharusnya mengendalikan perusahaan yang sedang mengembangkan teknologi berpengaruh besar. Tokoh visioner sekaligus kontroversial Pendukung Altman melihatnya sebagai pemimpin visioner yang berhasil membawa AI keluar dari laboratorium dan menjadikannya teknologi yang dapat digunakan jutaan orang. Ia juga dikenal memiliki ambisi besar untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan atau AGI, yaitu sistem AI yang dapat menyelesaikan berbagai tugas intelektual pada tingkat yang sangat tinggi. Para pengkritiknya menilai konsentrasi kekuasaan pada perusahaan seperti OpenAI berpotensi menimbulkan masalah.
Beberapa kekhawatiran berkaitan dengan keamanan AI, penggunaan data, hak cipta, dampak terhadap pekerjaan, ketergantungan masyarakat pada perusahaan swasta, serta tingginya biaya energi dan infrastruktur. Perubahan OpenAI dari organisasi penelitian nirlaba menjadi struktur yang juga memiliki entitas bisnis semakin memperkuat perdebatan tersebut. Saat ini, OpenAI terdiri atas OpenAI Foundation dan OpenAI Group, sebuah perusahaan berbentuk public benefit corporation. Bukan sekadar “pemilik ChatGPT” Menyebut Sam Altman hanya sebagai pemilik ChatGPT kurang tepat. Ia lebih akurat disebut sebagai pengusaha, investor, salah satu pendiri, dan CEO OpenAI. Perannya bukan menciptakan setiap model atau menulis seluruh kode yang digunakan ChatGPT. Kontribusi utamanya terletak pada kemampuannya membangun organisasi, mengumpulkan modal, merekrut talenta, mengarahkan produk, dan meyakinkan dunia bahwa AI akan menjadi teknologi utama dalam kehidupan serta kegiatan bisnis.
Terlepas dari pujian dan kritik yang mengikutinya, Sam Altman telah menjadi salah satu tokoh paling menentukan dalam perkembangan AI modern. Keputusan yang ia ambil bersama OpenAI dapat memengaruhi cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan menggunakan teknologi dalam beberapa tahun mendatang.