AI

Ramp Raup 750 Juta Dolar AS, Valuasi Tembus 44 Miliar Dolar AS

Ramp mengumpulkan 750 juta dolar AS dalam pendanaan baru, mendorong valuasi menjadi 44 miliar dolar AS, hampir tiga kali lipat dalam setahun.

Oleh Tim Editorial

Ramp Raup 750 Juta Dolar AS, Valuasi Tembus 44 Miliar Dolar AS
techcrunch.com

Ramp, perusahaan fintech yang menyediakan platform manajemen pengeluaran dan otomatisasi akuntansi, berhasil mengumpulkan 750 juta dolar AS dalam putaran pendanaan terbaru. Pendanaan ini menempatkan valuasi Ramp pada angka 44 miliar dolar AS, naik signifikan dari 32 miliar dolar AS hanya tujuh bulan sebelumnya, demikian dilaporkan TechCrunch pada 4 Juni 2026. Kenaikan valuasi ini hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi perusahaan setahun lalu, mencerminkan minat investor yang kembali bergairah terhadap fintech, terutama yang memiliki narasi kecerdasan buatan (AI) yang kuat. TechCrunch mencatat bahwa putaran ini termasuk salah satu pendanaan swasta terbesar tahun ini. Investor yang berpartisipasi dalam putaran ini tidak disebutkan secara rinci dalam laporan, tetapi TechCrunch menyebut bahwa investor berebut untuk mendapatkan bagian dari startup yang tumbuh cepat ini.

Ramp sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai identitas investor atau penggunaan dana secara spesifik. Ramp didirikan pada tahun 2019 oleh Eric Glyman, Karim Atiyeh, dan Gene Lee. Perusahaan ini menawarkan kartu korporat yang terintegrasi dengan perangkat lunak manajemen pengeluaran, memungkinkan perusahaan melacak dan mengontrol pengeluaran secara real time. Fitur AI yang dimiliki Ramp membantu mengotomatiskan kategorisasi transaksi, mendeteksi anomali, dan memberikan rekomendasi penghematan biaya. Pendanaan ini terjadi di tengah pemulihan pasar modal ventura untuk sektor fintech. Setelah periode penurunan pada 2023 dan awal 2024, investor mulai kembali mencari peluang di perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan jalur menuju profitabilitas. Ramp, yang melayani ribuan bisnis di Amerika Serikat, dilaporkan telah mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) yang signifikan, meskipun angka pastinya tidak diungkapkan dalam laporan.

TechCrunch melaporkan bahwa Ramp telah hampir tiga kali lipat valuasinya selama setahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada Juni 2025, valuasi Ramp diperkirakan sekitar 15 miliar dolar AS setelah putaran pendanaan sebelumnya. Lonjakan menjadi 44 miliar dolar AS menunjukkan keyakinan investor terhadap kemampuan Ramp untuk terus tumbuh dan merebut pangsa pasar dari pesaing seperti Brex dan Divvy. Pesaing utama Ramp, Brex, juga telah mengumpulkan dana besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi valuasi Ramp kini melampaui Brex yang dilaporkan bernilai sekitar 12 miliar dolar AS pada putaran terakhirnya. Divvy, yang diakuisisi oleh Bill.com pada 2021, juga menjadi pesaing di segmen yang sama. Ramp menggunakan AI tidak hanya untuk otomatisasi tetapi juga untuk memberikan wawasan keuangan yang lebih dalam kepada klien.

Platform ini dapat menganalisis pola pengeluaran, mengidentifikasi langganan yang tidak terpakai, dan menyarankan negosiasi ulang kontrak vendor. Fitur fitur ini menjadi daya tarik utama bagi investor yang melihat AI sebagai pendorong efisiensi operasional di perusahaan. Meskipun valuasi Ramp melonjak, perusahaan masih dalam tahap pertumbuhan dan belum mencapai profitabilitas, menurut laporan TechCrunch. Namun, investor tampaknya lebih fokus pada potensi pertumbuhan jangka panjang daripada profitabilitas jangka pendek, terutama di segmen fintech yang didukung AI. Pendanaan ini juga menandai perubahan sentimen pasar terhadap fintech. Setelah tahun 2022 yang sulit dengan banyaknya penurunan valuasi, tahun 2026 menunjukkan tanda tanda pemulihan dengan beberapa putaran besar seperti yang dilakukan Ramp. TechCrunch mencatat bahwa investor kini lebih selektif, lebih memilih perusahaan dengan model bisnis yang terbukti dan teknologi yang dapat diskalakan.

Ramp belum mengumumkan rencana untuk go public, tetapi pendanaan besar ini bisa menjadi langkah terakhir sebelum penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan sejenis seperti Stripe dan Klarna juga telah mengumpulkan dana besar dalam putaran swasta sebelum mempertimbangkan IPO. Dengan dana segar 750 juta dolar AS, Ramp memiliki modal yang cukup untuk memperluas tim, mengembangkan produk, dan mungkin melakukan akuisisi strategis. Perusahaan juga dapat memperkuat posisinya di pasar internasional, meskipun saat ini fokus utamanya masih di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, pendanaan Ramp menunjukkan bahwa investor kembali percaya diri pada fintech, terutama yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam produk inti mereka. Ramp menjadi contoh bagaimana teknologi dapat mengubah manajemen keuangan perusahaan menjadi lebih efisien dan cerdas.

Sumber dan referensi