AI
Produsen Chip Memori China CXMT Melonjak 500 Persen di Debut Pasar Shanghai
CXMT, produsen chip memori asal China, melonjak 500 persen pada debutnya di Shanghai, menjadi perusahaan paling berharga di China daratan.
Oleh Tim Editorial

Saham CXMT meroket lebih dari 500 persen pada pertengahan pagi, membawa kapitalisasi pasar perusahaan menjadi 3,5 triliun yuan (sekitar 520 miliar dolar AS), menurut laporan Economic Times. Angka tersebut melampaui kapitalisasi pasar ICBC, bank terbesar di China, menjadikan CXMT sebagai perusahaan paling berharga di China daratan. Perusahaan yang berbasis di Hefei ini mengumpulkan dana sebesar 57,92 miliar yuan (8,6 miliar dolar AS) setelah menetapkan harga IPO pada 8,66 yuan per saham, seperti dilaporkan CNBC. IPO ini merupakan yang terbesar di China daratan dalam beberapa tahun terakhir, menurut Associated Press. Lonjakan harga saham CXMT mencerminkan antusiasme investor terhadap sektor semikonduktor, khususnya chip memori yang digunakan dalam pusat data AI.
Permintaan global untuk chip memori berkecepatan tinggi, seperti HBM (High Bandwidth Memory), telah meningkat drastis seiring dengan pengembangan model AI generatif oleh perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Meta. CXMT adalah salah satu dari sedikit produsen chip memori di China yang mampu memproduksi DRAM (Dynamic Random Access Memory) secara massal. Perusahaan ini didirikan pada 2016 dan telah menerima dukungan besar dari pemerintah China sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada semikonduktor. Keberhasilan debut CXMT terjadi di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan China di bidang semikonduktor. Pemerintah AS telah memberlakukan serangkaian pembatasan ekspor peralatan dan teknologi chip canggih ke China, termasuk chip memori AI. Hal ini mendorong China untuk mempercepat pengembangan industri chip dalam negeri.
Analis memperkirakan bahwa permintaan untuk chip memori AI akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh adopsi AI di berbagai sektor. CXMT diposisikan untuk memanfaatkan tren ini, meskipun masih menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan skala produksi dibandingkan dengan pemain global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Kapitalisasi pasar CXMT yang mencapai 520 miliar dolar AS menempatkannya di atas raksasa teknologi China lainnya seperti Tencent dan Alibaba. Namun, perlu dicatat bahwa kapitalisasi pasar yang tinggi ini didasarkan pada harga saham yang melonjak tajam pada hari pertama perdagangan, yang mungkin tidak mencerminkan fundamental jangka panjang perusahaan. IPO CXMT merupakan salah satu yang paling dinanti di pasar saham China tahun ini.
Perusahaan ini sebelumnya telah melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Shanghai dengan kode saham 688981. Saham tersebut langsung dibuka pada harga 43,50 yuan, jauh di atas harga IPO 8,66 yuan. Lonjakan harga saham CXMT juga memicu kenaikan saham saham semikonduktor lainnya di China. Indeks semikonduktor Shanghai naik lebih dari 5 persen pada hari yang sama, menurut data pasar. Meskipun demikian, beberapa analis memperingatkan bahwa valuasi CXMT mungkin terlalu tinggi. Dengan rasio harga terhadap laba (PER) yang melonjak ke level yang tidak berkelanjutan, risiko koreksi harga tetap ada. Namun, optimisme investor terhadap prospek jangka panjang industri chip memori AI tampaknya mengalahkan kekhawatiran valuasi. CXMT diperkirakan akan menggunakan dana hasil IPO untuk memperluas kapasitas produksi dan mengembangkan teknologi chip memori generasi berikutnya.
Perusahaan ini juga berencana untuk meningkatkan pangsa pasarnya di segmen chip memori AI, yang saat ini didominasi oleh SK Hynix dan Samsung. Keberhasilan debut CXMT juga menjadi sinyal positif bagi perusahaan chip China lainnya yang berencana untuk melantai di bursa. Pemerintah China telah mendorong perusahaan semikonduktor untuk mencari pendanaan melalui pasar modal guna mempercepat pengembangan teknologi dalam negeri. Dengan kapitalisasi pasar yang sangat besar, CXMT kini menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor global. Perusahaan ini akan menjadi fokus perhatian investor dan analis dalam beberapa bulan mendatang, terutama terkait dengan kemampuannya untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik.