Technology

Peretas Eksploitasi Celah Keamanan WordPress yang Sudah Ditambal

Perusahaan keamanan siber melaporkan peretas mengeksploitasi celah kritis WordPress yang sudah ditambal pekan lalu, mengancam jutaan situs.

Oleh Tim Editorial

Peretas Eksploitasi Celah Keamanan WordPress yang Sudah Ditambal
techcrunch.com

Beberapa perusahaan keamanan siber melaporkan bahwa peretas mulai mengeksploitasi celah keamanan kritis pada perangkat lunak WordPress yang belum diperbarui. Eksploitasi ini memungkinkan peretas mengambil alih kendali situs web dari jarak jauh, menurut laporan TechCrunch yang diterbitkan pada 20 Juli 2026. WordPress, platform blogging dan sistem manajemen konten paling populer di dunia, telah merilis tambalan untuk dua kerentanan keamanan kritis pada pekan lalu. Namun, laporan dari sejumlah firma keamanan siber menunjukkan bahwa peretas kini aktif menargetkan situs situs yang belum menerapkan pembaruan tersebut. Menurut perkiraan seorang peneliti keamanan siber yang dikutip TechCrunch, dua celah keamanan kritis ini memberi peretas peluang untuk mengambil alih secara jarak jauh hingga puluhan juta situs web.

Angka ini menunjukkan skala ancaman yang sangat besar, mengingat WordPress mendukung lebih dari 40 persen dari seluruh situs web di internet. Laporan TechCrunch yang ditulis oleh Lorenzo Franceschi Bicchierai menyebutkan bahwa perusahaan keamanan siber telah mendeteksi lonjakan aktivitas peretasan yang mengeksploitasi kerentanan ini. Mereka memperingatkan bahwa pengguna WordPress yang belum memperbarui perangkat lunak mereka ke versi terbaru berada dalam risiko tinggi. Kerentanan yang ditambal oleh WordPress termasuk celah yang memungkinkan eksekusi kode jarak jauh (remote code execution). Jenis celah ini sangat berbahaya karena memungkinkan peretas untuk menjalankan perintah berbahaya di server yang menjadi host situs web, tanpa memerlukan kredensial login. Para ahli keamanan menekankan pentingnya pembaruan segera. Mereka menyarankan administrator situs untuk segera memperbarui instalasi WordPress mereka ke versi terbaru yang mengandung tambalan keamanan.

Selain itu, mereka juga merekomendasikan untuk memeriksa apakah situs mereka telah disusupi. Meskipun WordPress telah merilis tambalan, proses adopsi pembaruan oleh pengguna seringkali berjalan lambat. Banyak pengguna yang menunda pembaruan karena khawatir akan kompatibilitas dengan tema atau plugin yang mereka gunakan. Keterlambatan ini memberikan celah bagi peretas untuk mengeksploitasi situs yang rentan. Perusahaan keamanan siber yang memantau situasi ini melaporkan bahwa serangan sudah terjadi. Mereka melihat pola eksploitasi yang menargetkan situs dengan versi WordPress yang belum diperbarui. Hal ini menunjukkan bahwa peretas telah menganalisis tambalan yang dirilis dan mengembangkan kode eksploitasi untuk menyerang situs yang belum diperbarui. Dampak dari serangan ini bisa sangat luas.

Situs yang diretas dapat digunakan untuk menyebarkan malware, mencuri data pengunjung, atau digunakan sebagai bagian dari jaringan botnet untuk serangan lebih lanjut. Bagi pemilik situs bisnis, peretasan dapat menyebabkan kerugian finansial dan kerusakan reputasi. WordPress sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai laporan eksploitasi aktif ini selain dari merilis tambalan keamanan pekan lalu. Namun, komunitas keamanan WordPress biasanya menyarankan pengguna untuk selalu memperbarui perangkat lunak mereka ke versi terbaru. Para peneliti keamanan terus memantau perkembangan situasi ini. Mereka memperkirakan bahwa aktivitas peretasan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya peretas yang mengembangkan alat eksploitasi untuk celah ini. Satu satunya pertahanan yang efektif saat ini adalah memastikan bahwa semua instalasi WordPress telah diperbarui.

Bagi pengguna yang khawatir situs mereka telah diretas, para ahli merekomendasikan untuk memeriksa file file inti WordPress, memeriksa log server, dan menggunakan alat pemindaian keamanan. Jika ditemukan tanda tanda kompromi, langkah selanjutnya adalah membersihkan situs dan mengubah semua kredensial. Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen patch yang cepat dan efektif dalam keamanan siber. Meskipun pengembang perangkat lunak telah merilis tambalan, keamanan suatu sistem pada akhirnya bergantung pada seberapa cepat pengguna menerapkan pembaruan tersebut.

Sumber dan referensi