AI
OpenAI Tambah Dua CEO Bank ke Dewan Direksi Jelang IPO
OpenAI menunjuk CEO Nubank David Vélez dan CEO BNY Robin Vince ke dewan direksi, menandai langkah menuju pencatatan saham publik.
Oleh Tim Editorial
OpenAI telah menunjuk dua eksekutif jasa keuangan ke dewan direksinya, menarik pengalaman mereka saat perusahaan bergerak menuju pencatatan saham publik. David Vélez, pendiri dan CEO Nubank, serta Robin Vince, CEO BNY, resmi bergabung sebagai anggota dewan, menurut laporan Wall Street Journal dan Bloomberg Technology yang dikonfirmasi pada Selasa, 21 Juli 2026. Keputusan ini menandai langkah strategis OpenAI untuk memperkuat tata kelola perusahaan dengan figur yang memiliki latar belakang mendalam di sektor keuangan global. Nubank, bank digital asal Brasil yang didirikan Vélez, telah menjadi salah satu fintech terbesar di Amerika Latin dengan valuasi pasar yang signifikan. Sementara BNY, bank kustodian tertua di Amerika Serikat yang dipimpin Vince, mengelola aset triliunan dolar dan memiliki pengalaman panjang dalam pasar modal.
Penunjukan ini terjadi di tengah persiapan OpenAI untuk melantai di bursa saham. Perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di San Francisco itu belum mengumumkan jadwal pasti IPO, tetapi langkah merekrut direktur dengan keahlian keuangan dan regulasi pasar publik menunjukkan keseriusan proses tersebut. Bloomberg Technology melaporkan bahwa OpenAI menarik pengalaman kedua eksekutif ini sebagai persiapan menghadapi pengawasan regulator dan ekspektasi investor institusional. David Vélez membawa perspektif unik sebagai pendiri perusahaan teknologi yang telah berhasil melantai di bursa. Nubank melakukan IPO di New York Stock Exchange pada Desember 2021 dengan kode saham NU, dan sejak itu sahamnya menunjukkan volatilitas khas perusahaan teknologi yang sedang bertumbuh. Pengalaman Vélez dalam membangun perusahaan dari tahap rintisan hingga menjadi entitas publik dianggap relevan untuk OpenAI yang tengah melakukan transisi serupa.
Robin Vince, di sisi lain, mewakili pengalaman di institusi keuangan tradisional yang telah berusia lebih dari dua abad. BNY, sebelumnya dikenal sebagai Bank of New York Mellon, adalah bank kustodian terbesar di dunia dengan aset yang dikelola mencapai lebih dari 40 triliun dolar. Vince telah memimpin BNY sejak 2022 dan membawa pemahaman mendalam tentang infrastruktur pasar keuangan, kepatuhan regulasi, dan hubungan dengan investor institusional. Kombinasi kedua latar belakang ini memberikan OpenAI perspektif ganda: sisi inovasi teknologi finansial yang disruptif dari Vélez, dan sisi stabilitas serta kepatuhan institusi keuangan mapan dari Vince. Ini penting mengingat OpenAI beroperasi di industri yang sangat diatur, terutama terkait keamanan data, kekayaan intelektual, dan potensi dampak sosial dari teknologi kecerdasan buatan.
OpenAI belum mengungkapkan perubahan lain dalam struktur dewan direksi atau apakah penunjukan ini akan diikuti dengan perombakan lebih lanjut. Perusahaan juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai jadwal IPO atau target valuasi. Namun, langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa OpenAI serius mematangkan diri sebagai perusahaan publik, setelah sebelumnya lebih fokus pada riset dan pengembangan teknologi. Perusahaan yang didirikan pada 2015 sebagai organisasi nirlaba dan kemudian bertransformasi menjadi entitas dengan batas laba pada 2019 ini telah mengalami beberapa kali perubahan kepemimpinan dan tata kelola. Pada November 2023, dewan direksi OpenAI sempat memecat CEO Sam Altman, yang kemudian kembali setelah tekanan dari investor dan karyawan. Insiden itu menyoroti pentingnya struktur tata kelola yang solid, terutama saat perusahaan bersiap melayani pemegang saham publik.
Penunjukan Vélez dan Vince juga dapat dilihat sebagai upaya OpenAI untuk membangun kredibilitas di mata regulator pasar modal AS, seperti Securities and Exchange Commission (SEC). Perusahaan teknologi yang akan melantai di bursa biasanya perlu menunjukkan bahwa mereka memiliki dewan direksi yang independen dan berpengalaman dalam tata kelola perusahaan publik. Kedua eksekutif ini, meskipun masih menjabat sebagai CEO di perusahaan masing masing, membawa rekam jejak yang kuat dalam mengelola organisasi besar di bawah pengawasan publik. Nubank sendiri telah menjadi salah satu kisah sukses fintech global. Didirikan pada 2013, bank digital ini kini memiliki puluhan juta nasabah di Brasil, Meksiko, dan Kolombia. Vélez, yang sebelumnya bekerja di Sequoia Capital dan Morgan Stanley, memiliki pemahaman tentang bagaimana perusahaan teknologi dapat tumbuh cepat sambil tetap mematuhi regulasi perbankan yang ketat.
Pengalaman ini langsung relevan dengan tantangan yang dihadapi OpenAI dalam menyeimbangkan inovasi cepat dengan kepatuhan. BNY, di bawah kepemimpinan Vince, telah memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan keuangan untuk aset digital dan teknologi blockchain. Vince dikenal sebagai pendukung adopsi teknologi dalam layanan keuangan tradisional, yang mungkin menjadi nilai tambah bagi OpenAI jika perusahaan ingin mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan dengan infrastruktur pasar keuangan. Belum ada informasi mengenai komite dewan mana yang akan diisi oleh Vélez dan Vince, atau apakah mereka akan menerima kompensasi dalam bentuk saham atau opsi saham seperti yang lazim diberikan kepada direktur perusahaan teknologi yang akan IPO. Detail tersebut biasanya diungkapkan dalam dokumen pendaftaran IPO yang diajukan ke SEC. Langkah OpenAI ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap perusahaan kecerdasan buatan.
Beberapa perusahaan AI lain juga dilaporkan sedang mempertimbangkan IPO, menciptakan potensi gelombang pencatatan saham di sektor ini. Namun, OpenAI tetap menjadi salah satu pemain paling dominan berkat popularitas produk seperti ChatGPT dan model bahasa besar GPT系列. Dengan tambahan dua anggota dewan baru, OpenAI kini memiliki dewan yang lebih beragam secara profesional, menggabungkan latar belakang teknologi, keuangan, dan regulasi. Ini diharapkan dapat membantu perusahaan menavigasi kompleksitas menjadi entitas publik sambil terus mendorong batas inovasi kecerdasan buatan.