AI

OpenAI Dikabarkan Garap Perangkat Pertama Berupa Speaker AI Berbentuk Donat

OpenAI dilaporkan tengah mengembangkan perangkat keras pertamanya, sebuah speaker AI berbentuk donat tanpa layar yang dijual hingga USD 400.

Oleh Tim Editorial

OpenAI Dikabarkan Garap Perangkat Pertama Berupa Speaker AI Berbentuk Donat
images.indianexpress.com

OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan di balik ChatGPT, dikabarkan sedang menyiapkan lompatan besar ke ranah perangkat keras. Menurut laporan Bloomberg yang diunggah ulang oleh akun X Polymarket pada Jumat, 7 Agustus 2026, perangkat pertama OpenAI akan berupa speaker AI berbentuk donat dengan harga hingga USD 400. Kabar ini menandai langkah pertama perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pengembang model bahasa besar untuk benar benar hadir sebagai produk fisik di tangan konsumen. Laporan Bloomberg yang dikutip Polymarket menyebut perangkat tersebut dirancang tanpa layar, sebuah keputusan desain yang kontras dengan mayoritas perangkat pintar modern yang mengandalkan antarmuka visual. Sebagai gantinya, speaker ini mengandalkan interaksi suara sebagai sarana utama komunikasi dengan pengguna.

Bentuk donat yang tidak lazim juga menjadi penanda bahwa OpenAI mencoba menghadirkan estetika yang berbeda dari asisten rumah tangga konvensional seperti Amazon Echo atau Google Nest Hub. Detail teknis yang lebih dalam muncul dari laporan TechCrunch pada 14 Juli 2026 yang memvalidasi kabar tersebut. Perangkat ini digambarkan memiliki elemen mekanis yang dapat bergerak sendiri, sebuah fitur yang belum pernah ada di kategori speaker pintar sebelumnya. Laporan Bloomberg yang dikutip TechCrunch juga menyebut perangkat ini dirancang untuk terasa seperti pendamping dan menjadi manifestasi fisik dari ChatGPT, identitas produk yang jelas mengarah pada pengalaman emosional, bukan sekadar fungsional. Keputusan OpenAI untuk terjun ke perangkat keras bukanlah hal yang muncul tiba tiba.

Perusahaan telah lama dikabarkan menjajaki berbagai bentuk produk fisik, dan kabar ini menjadi konfirmasi paling konkret sejauh ini. Harga USD 400 menempatkan perangkat ini di segmen premium, sejalan dengan strategi OpenAI yang selama ini memosisikan produknya sebagai solusi kelas atas untuk pengguna profesional dan konsumen yang melek teknologi. Dari sudut pandang industri, langkah ini berpotensi menggeser peta persaingan di pasar asisten suara yang selama ini didominasi Amazon dengan Alexa, Google dengan Assistant, dan Apple dengan Siri. Ketiga pemain tersebut telah membangun ekosistem perangkat keras yang matang, namun belum ada yang menghadirkan elemen mekanis bergerak atau fokus pada aspek companionship seperti yang direncanakan OpenAI. Jika laporan ini akurat, OpenAI mencoba mendefinisikan ulang kategori speaker pintar dengan menekankan kehadiran fisik yang lebih hidup.

Konteks finansial juga relevan untuk membaca langkah ini. Di pasar sekunder saham pra IPO, Hiive mencatat estimasi harga saham OpenAI berada di angka USD 687,69 per lembar per 6 Agustus 2026. Valuasi yang tinggi ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan OpenAI, dan diversifikasi ke perangkat keras dapat menjadi salah satu katalis untuk mempertahankan momentum tersebut. Meski demikian, hubungan langsung antara peluncuran perangkat dan pergerakan valuasi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam sumber yang ada. Laporan Bloomberg yang menjadi sumber utama kabar ini belum menyebutkan jadwal peluncuran resmi atau nama produk. Yang jelas, perangkat ini dirancang untuk menjadi representasi fisik dari ChatGPT, yang berarti integrasi mendalam dengan model bahasa OpenAI akan menjadi nilai jual utama.

Pengguna kemungkinan akan mendapatkan pengalaman percakapan yang lebih natural dibandingkan asisten suara yang ada, mengingat kemampuan ChatGPT dalam memahami konteks dan menghasilkan respons yang lebih manusiawi. Elemen mekanis yang dapat bergerak sendiri juga membuka pertanyaan tentang bagaimana perangkat ini berinteraksi dengan pengguna secara fisik. Apakah gerakan tersebut berfungsi sebagai isyarat non verbal, seperti mengangguk atau menoleh saat merespons? Belum ada detail resmi yang menjelaskan fungsi spesifik dari elemen ini, namun kehadirannya menunjukkan bahwa OpenAI melihat perangkat ini lebih dari sekadar alat, melainkan entitas yang hidup. Dari sisi persaingan, langkah OpenAI ini juga menarik untuk dicermati karena perusahaan lain seperti Meta dan Samsung juga gencar mengembangkan perangkat AI wearable. Namun, pendekatan OpenAI yang memilih speaker statis dengan elemen gerak berbeda dengan tren perangkat yang dikenakan di tubuh.

Ini bisa menjadi strategi untuk menghindari bentrok langsung dengan pemain yang sudah mapan di kategori wearable, sekaligus menciptakan ceruk pasar baru. Belum ada konfirmasi resmi dari OpenAI mengenai kabar ini. Seluruh informasi yang beredar masih bersumber dari laporan Bloomberg yang kemudian divalidasi oleh TechCrunch. Jika laporan tersebut akurat, publik dapat menantikan pengumuman resmi dalam beberapa bulan mendatang. Yang jelas, langkah ini menegaskan ambisi OpenAI untuk tidak hanya menjadi pemain dominan di ranah perangkat lunak AI, tetapi juga ikut menentukan bagaimana teknologi tersebut hadir dalam kehidupan sehari hari melalui perangkat keras yang dirancang khusus.

Sumber dan referensi