AI

OpenAI Bidik Pendapatan Tahunan USD 40 Miliar Jelang IPO

OpenAI dikabarkan mencatat pendapatan tahunan berjalan lebih dari USD 40 miliar, dua kali lipat dari akhir 2025, didorong ChatGPT berbayar dan Codex.

Oleh Tim Editorial

OpenAI Bidik Pendapatan Tahunan USD 40 Miliar Jelang IPO
ibtimes.com

OpenAI dikabarkan berada di jalur untuk membukukan pendapatan tahunan berjalan lebih dari USD 40 miliar, sekitar dua kali lipat dari angka akhir 2025, menurut sumber yang dikutip Bloomberg. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pengguna ChatGPT berbayar, adopsi enterprise, dan asisten coding Codex, di tengah tantangan biaya komputasi yang besar. Laporan Bloomberg Technology pada Jumat, 14 Agustus 2026, menyebutkan bahwa pencapaian ini terjadi di tengah persiapan perusahaan menuju penawaran umum perdana atau IPO. Jurnalis Bloomberg, Rachel Metz, menjelaskan bahwa lonjakan pendapatan ini tidak lepas dari tiga lini utama: pertumbuhan jumlah pengguna ChatGPT yang membayar, adopsi layanan oleh perusahaan enterprise, serta penggunaan Codex, asisten coding berbasis AI yang menjadi produk unggulan baru. Angka tersebut menandai percepatan signifikan.

Pada akhir 2025, OpenAI mencatat pendapatan tahunan berjalan di atas USD 20 miliar. Dengan proyeksi baru ini, perusahaan hampir menggandakan laju pendapatan dalam waktu kurang dari delapan bulan. Laporan dari International Business Times dan PYMNTS yang terbit pada hari yang sama turut mengonfirmasi angka tersebut, meski keduanya mengutip sumber yang sama. Kabar ini muncul di tengah spekulasi panjang mengenai rencana IPO OpenAI. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini telah menjadi pusat perhatian pasar modal sejak meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022. Valuasi perusahaan disebut sebut melonjak drastis dalam dua tahun terakhir seiring dengan meledaknya minat terhadap teknologi AI generatif di kalangan korporasi dan investor. Pendorong utama pertumbuhan pendapatan adalah transformasi model bisnis OpenAI.

ChatGPT yang awalnya gratis kini memiliki jutaan pelanggan berbayar melalui langganan ChatGPT Plus dan tier enterprise. Sementara itu, Codex yang dirancang untuk membantu pengembang menulis dan meninjau kode telah menjadi produk dengan adopsi cepat di kalangan perusahaan teknologi, menciptakan aliran pendapatan baru di luar konsumen individu. Adopsi enterprise menjadi pilar penting lainnya. Banyak perusahaan besar mulai mengintegrasikan model OpenAI ke dalam operasi bisnis mereka, mulai dari layanan pelanggan, analisis data, hingga otomatisasi internal. Tren ini sejalan dengan pergeseran industri yang semakin mengandalkan AI sebagai infrastruktur inti, bukan sekadar alat bantu. Meski pendapatan tumbuh pesat, tantangan besar tetap membayangi. Biaya komputasi yang sangat besar untuk melatih dan menjalankan model AI kelas berat menjadi beban utama.

Rachel Metz dalam laporannya menekankan bahwa pengeluaran untuk daya komputasi masih menjadi kunci tantangan bagi perusahaan. Hal ini menggarisbawahi realitas bahwa pertumbuhan pendapatan belum tentu sejalan dengan profitabilitas. Biaya komputasi yang tinggi merupakan isu struktural di industri AI. Model bahasa besar membutuhkan ribuan unit pemrosesan grafis atau GPU yang mahal, pusat data berskala raksasa, serta pasokan listrik yang masif. Bagi OpenAI, skala komputasi yang dibutuhkan untuk melayani ratusan juta pengguna di seluruh dunia menjadikan pos biaya ini sebagai penggerus margin yang signifikan. Perusahaan telah berupaya menekan biaya melalui berbagai cara, termasuk negosiasi kontrak komputasi dengan penyedia cloud dan pengembangan chip khusus. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari OpenAI mengenai struktur biaya atau target profitabilitas menjelang IPO.

Ketidakhadiran angka profitabilitas ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon investor. Konteks persaingan juga relevan. OpenAI beroperasi di pasar yang semakin padat, dengan pesaing utama seperti Google, Meta, dan sejumlah startup AI lain yang sama sama mengincar pangsa pasar enterprise dan konsumen. Keunggulan OpenAI saat ini terletak pada ekosistem produknya yang matang dan basis pengguna yang besar, tetapi tekanan kompetitif tetap nyata. IPO OpenAI diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling dinanti di pasar modal teknologi. Kesuksesan perusahaan dalam melipatgandakan pendapatan dalam waktu singkat memberikan sinyal kuat tentang permintaan pasar terhadap produk AI. Namun, investor juga akan mencermati kemampuan perusahaan untuk mengubah pendapatan menjadi laba di tengah belanja modal yang tinggi.

Belum ada konfirmasi resmi dari OpenAI mengenai jadwal IPO, target valuasi, atau detail penawaran. Informasi yang beredar saat ini masih berdasarkan laporan media dengan sumber anonim. Bloomberg menyebutkan bahwa perusahaan sedang dalam tahap persiapan, tetapi tidak memberikan kerangka waktu spesifik kapan penawaran akan diluncurkan. Perkembangan ini terjadi di tengah siklus investasi AI yang masih panas. Dana ventura dan investor institusional terus mengucurkan modal ke perusahaan AI, baik melalui pendanaan swasta maupun pembelian saham di pasar sekunder. Valuasi perusahaan AI swasta telah mencapai rekor, dan IPO OpenAI berpotensi menjadi ujian nyata bagi keberlanjutan tren tersebut. Dari sisi pasar tenaga kerja, pertumbuhan OpenAI juga berdampak pada ekosistem pengembang. Codex yang mampu mempercepat penulisan kode telah mengubah cara kerja tim engineering di berbagai perusahaan.

Adopsi alat ini tidak hanya mendorong pendapatan OpenAI, tetapi juga menandai pergeseran produktivitas di industri perangkat lunak secara lebih luas. Sementara itu, regulator di berbagai negara mulai memperhatikan dominasi pasar AI. Meski belum ada kebijakan spesifik yang menyasar OpenAI dalam laporan ini, pengawasan terhadap praktik bisnis perusahaan AI besar semakin intensif. Hal ini bisa menjadi faktor yang memengaruhi proses IPO dan valuasi di masa mendatang. Dengan pendapatan tahunan berjalan di atas USD 40 miliar, OpenAI kini berada di liga pendapatan perusahaan teknologi besar. Angka ini menempatkannya sejajar dengan perusahaan SaaS mapan yang telah beroperasi selama lebih dari satu dekade. Pertumbuhan secepat ini jarang terjadi di industri teknologi, terutama untuk perusahaan yang baru dikenal publik secara luas sejak 2022.

Langkah berikutnya yang dinanti pasar adalah pengumuman resmi dari OpenAI mengenai rencana IPO, termasuk pemilihan bursa, penunjukan bank investasi, dan target valuasi. Sampai ada konfirmasi resmi, pasar akan terus mengandalkan laporan media dan sinyal dari dokumen regulasi yang mungkin diajukan perusahaan dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber dan referensi