AI
Open-Weight Models Jadi Pilar Kebijakan AI AS, Kratsios Sebut Dorong Inovasi
Direktur OSTP Michael Kratsios menyatakan model open-weight menempatkan inovasi AI Amerika langsung di tangan developer, peneliti, dan startup, sejalan dengan AI Action Plan Presiden.
Oleh Tim Editorial

Dalam pernyataan resminya melalui akun X pada Rabu, 12 Agustus 2026, Kratsios menulis bahwa model open weight menempatkan inovasi AI Amerika langsung di tangan developer, peneliti, dan startup. Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan bentuk kepemimpinan yang diminta oleh AI Action Plan Presiden, dan pihaknya menyambut baik laboratorium di seluruh ekosistem AS yang terus berinvestasi pada AI yang terbuka dan dapat diakses. Pernyataan Kratsios muncul di tengah perdebatan kebijakan yang memanas mengenai peran model open weight dalam menjaga kepemimpinan AI Amerika. Sebelumnya, pada 25 Juli 2026, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, dan Meta menandatangani surat terbuka berjudul "Open Weights and American AI Leadership". Menariknya, OpenAI tidak ikut menandatangani surat tersebut, sebuah fakta yang menjadi sorotan karena perusahaan itu justru dikenal sebagai pengembang model AI tertutup.
Surat terbuka yang dipublikasikan Microsoft itu menegaskan bahwa AI open weight dapat memperluas akses, memperkuat kompetisi, meningkatkan keamanan, dan membantu mempertahankan kepemimpinan AI Amerika. Dokumen tersebut juga menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menjadikan open weight sebagai bagian eksplisit dari kebijakan teknologi AS. Komentar Kratsios juga merujuk pada AI Action Plan yang dikeluarkan Gedung Putih pada Juli 2025. Dokumen berjudul "America's AI Action Plan" itu menjadi kerangka kebijakan yang mengarahkan berbagai lembaga federal untuk mempercepat pengembangan dan adopsi AI, termasuk melalui dukungan terhadap model terbuka. Meski detail spesifik mengenai open weight tidak disebutkan secara eksplisit dalam ringkasan publik, pernyataan Kratsios mengindikasikan bahwa model terbuka kini menjadi bagian dari strategi resmi pemerintah.
Brookings, melalui artikel John Villasenor, menjelaskan bahwa model open weight adalah model AI yang bobotnya (weights) dapat diakses publik, sehingga developer dapat mengunduh, memodifikasi, dan menjalankannya secara lokal. Villasenor menekankan bahwa melarang model open weight buatan China justru akan menjadi kesalahan, karena model model itu juga berkontribusi pada ekosistem inovasi global. Pandangan ini memperkuat argumen bahwa open weight bukan hanya soal akses, tetapi juga soal posisi strategis AS dalam persaingan teknologi global. Dari sisi industri, langkah Nvidia, Microsoft, dan Meta untuk menandatangani surat dukungan menunjukkan adanya konsensus di antara pemain besar bahwa open weight adalah masa depan distribusi AI. Sementara itu, ketidakhadiran OpenAI dalam daftar penandatangan menjadi sinyal bahwa tidak semua laboratorium AI AS sepakat dengan pendekatan terbuka.
Perbedaan ini mencerminkan perdebatan yang lebih dalam antara model bisnis tertutup yang mengandalkan API berbayar dan model terbuka yang mengandalkan adopsi luas dan ekosistem pengembang. Analis dari aitechmodel.com, dalam artikel 8 Agustus 2026, mencatat bahwa perubahan mendasar terjadi ketika open weight menjadi bagian eksplisit dari kebijakan teknologi AS, sementara laboratorium Amerika merilis model model canggih yang dapat dijalankan secara lokal. Menurut analisis itu, kepemimpinan AI kini tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang mengoperasikan model terbesar, tetapi juga oleh siapa yang mampu mendistribusikan model yang berguna. Pergeseran ini memiliki implikasi besar bagi startup dan peneliti yang selama ini bergantung pada akses API dari penyedia besar.
Bagi developer dan startup, model open weight memungkinkan mereka untuk membangun aplikasi tanpa harus membayar biaya API per penggunaan atau terikat pada infrastruktur cloud tertentu. Ini menurunkan hambatan masuk dan mempercepat eksperimen. Namun, model terbuka juga membawa tantangan keamanan, karena bobot model dapat disalahgunakan untuk tujuan berbahaya. Microsoft, dalam suratnya, mengakui bahwa open weight dapat meningkatkan keamanan dengan memungkinkan audit publik, tetapi tetap memerlukan kerangka tata kelola yang hati hati. Komentar Kratsios juga menegaskan bahwa pemerintah AS melihat open weight sebagai alat untuk menjaga kepemimpinan di tengah persaingan dengan China. Dengan membiarkan inovasi menyebar ke tangan banyak pihak, AS berharap dapat mempercepat siklus penemuan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Ini sejalan dengan semangat AI Action Plan yang menekankan pentingnya ekosistem riset yang kuat dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Meski demikian, belum ada rincian lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil pemerintah untuk mendukung open weight. Pernyataan Kratsios masih bersifat deklaratif, dan implementasi kebijakan masih perlu dilihat dalam beberapa bulan ke depan. Yang jelas, sinyal dari Gedung Putih dan dukungan dari perusahaan besar seperti Microsoft, Nvidia, dan Meta menunjukkan bahwa open weight telah menjadi agenda resmi, bukan sekadar wacana komunitas. Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana OpenAI dan laboratorium lain yang tidak menandatangani surat itu merespons. Jika tren open weight terus menguat, model bisnis AI tertutup mungkin perlu beradaptasi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masing masing perusahaan, dan pemerintah sejauh ini hanya memberikan dorongan, bukan mandat.
Bagi ekosistem AI global, pernyataan Kratsios menegaskan bahwa AS ingin memimpin tidak hanya dalam pengembangan model, tetapi juga dalam distribusi akses. Ini adalah perubahan paradigma yang akan memengaruhi cara AI dikembangkan, digunakan, dan diatur di tahun tahun mendatang.