AI
Moonshot AI Dilaporkan Akses 20.000 Chip Nvidia via Alibaba di Tengah Larangan Ekspor AS
Startup AI China Moonshot dilaporkan mendapat akses ke sekitar 20.000 chip Nvidia melalui kesepakatan komputasi dengan Alibaba, memicu sorotan kebijakan ekspor AS.
Oleh Tim Editorial

Startup kecerdasan buatan China, Moonshot AI, dilaporkan telah mendapatkan akses ke klaster sekitar 20.000 chip Nvidia melalui kesepakatan komputasi dengan Alibaba. Laporan ini pertama kali muncul dari unggahan akun X milik Polymarket, platform pasar prediksi, yang mengutip laporan Bloomberg News. Akses ke chip Nvidia tersebut terjadi di tengah ketatnya larangan ekspor chip canggih AS ke China, menjadikannya sorotan bagi regulator dan industri teknologi global. Menurut laporan yang beredar, Moonshot AI, pengembang model kecerdasan buatan Kimi, memperoleh akses ke ribuan chip Nvidia melalui skema komputasi yang melibatkan Alibaba, raksasa teknologi dan cloud computing China. Kesepakatan ini memungkinkan Moonshot untuk memanfaatkan daya komputasi besar besaran tanpa secara langsung membeli chip yang dilarang ekspor ke China.
Alibaba, yang memiliki akses ke chip Nvidia melalui jalur bisnisnya, diduga menyediakan kapasitas komputasi tersebut sebagai bagian dari layanan cloud atau kemitraan strategis. Kabar ini muncul hanya beberapa hari setelah seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Moonshot AI telah mengakses chip Nvidia GB300 di Thailand, meskipun ada larangan ekspor AS. Pernyataan tersebut disampaikan pada 23 Juli 2026, dan langsung memicu perdebatan tentang efektivitas kebijakan ekspor AS dalam membatasi akses China ke teknologi chip canggih. Moonshot AI sendiri baru saja merilis model Kimi K3 pada pekan lalu, yang disebut sebut memiliki kemampuan sangat kuat, sehingga kebutuhan akan daya komputasi kelas atas menjadi krusial. Laporan tentang akses Moonshot ke 20.000 chip Nvidia melalui Alibaba belum dikonfirmasi secara resmi oleh kedua perusahaan.
Namun, jika benar, ini menandakan adanya celah dalam penegakan larangan ekspor AS. Sebelumnya, AS telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap ekspor chip Nvidia kelas atas seperti H100, A100, dan GB300 ke China, dengan alasan keamanan nasional dan potensi penggunaan militer. Perusahaan China seperti Alibaba dan Tencent telah mencari cara alternatif untuk mendapatkan akses ke chip tersebut, termasuk melalui pihak ketiga atau dengan memanfaatkan layanan cloud di luar negeri. Kesepakatan antara Moonshot dan Alibaba, jika terkonfirmasi, dapat menjadi preseden bagi startup AI China lainnya untuk mengakses chip Nvidia secara tidak langsung. Ini juga dapat memperkuat posisi Alibaba sebagai penyedia infrastruktur komputasi utama bagi ekosistem AI China, sekaligus meningkatkan pendapatan cloud nya.
Di sisi lain, langkah ini berpotensi memicu respons lebih keras dari pemerintah AS, yang mungkin memperluas sanksi atau menekan Nvidia untuk memutus akses tidak langsung ke chipnya. Dari perspektif industri, akses ke 20.000 chip Nvidia merupakan peningkatan signifikan dalam kapasitas komputasi Moonshot. Dengan jumlah chip sebesar itu, Moonshot dapat melatih model AI yang jauh lebih besar dan kompleks, mempercepat pengembangan Kimi K3 dan model berikutnya. Ini juga menempatkan Moonshot dalam posisi kompetitif yang lebih kuat terhadap rival seperti Baidu, Alibaba sendiri, dan startup AI lainnya di China yang juga berlomba mengembangkan model canggih. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini masih bersifat dugaan dan belum ada konfirmasi resmi dari Moonshot, Alibaba, atau Nvidia.
Seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara kepada CNBC pada 23 Juli 2026 menyatakan bahwa Moonshot telah mengakses chip GB300 di Thailand, yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mungkin telah menemukan cara untuk mengimpor chip secara tidak langsung. Thailand bukanlah negara yang terkena larangan ekspor AS, sehingga chip Nvidia dapat dikirim ke sana dan kemudian digunakan oleh perusahaan China melalui pengaturan komputasi jarak jauh. Pola akses tidak langsung semacam ini telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah AS. Sebelumnya, AS telah menekan negara negara seperti Singapura dan Malaysia untuk membatasi transshipment chip ke China. Jika laporan tentang Alibaba terbukti benar, ini akan menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan China memanfaatkan jaringan global untuk mengatasi hambatan regulasi.
Alibaba, yang memiliki pusat data di berbagai negara, dapat menyediakan akses komputasi ke Moonshot tanpa harus memindahkan chip secara fisik ke China. Dampak dari perkembangan ini terhadap pasar teknologi global bisa signifikan. Saham Nvidia, yang sangat bergantung pada penjualan chip ke China sebelum larangan, mungkin menghadapi tekanan jika AS memperketat pengawasan terhadap akses tidak langsung. Di sisi lain, Alibaba dan Moonshot dapat memperoleh keuntungan kompetitif yang besar di pasar AI China, yang diperkirakan akan terus tumbuh pesat. Namun, analis memperingatkan bahwa eskalasi sanksi dapat memicu fragmentasi rantai pasokan teknologi global, dengan China semakin mengandalkan chip domestik dan AS kehilangan pangsa pasar. Moonshot AI sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai laporan ini. Alibaba juga belum memberikan komentar. Sementara itu, Nvidia tidak segera merespons permintaan komentar.
Pemerintah AS, melalui pejabat Gedung Putih, telah menunjukkan kekhawatiran atas akses Moonshot ke chip GB300, dan kemungkinan akan menyelidiki lebih lanjut laporan tentang kesepakatan dengan Alibaba. Jika ditemukan pelanggaran, AS dapat menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Moonshot, Alibaba, atau entitas lain yang terlibat. Perkembangan ini juga menyoroti tantangan dalam menegakkan kontrol ekspor di era komputasi awan. Chip fisik dapat tetap berada di luar China, tetapi kapasitas komputasinya dapat diakses dari jarak jauh, sehingga larangan ekspor menjadi kurang efektif. Para ahli kebijakan telah lama memperingatkan bahwa AS perlu memperbarui aturannya untuk mencakup layanan komputasi awan, bukan hanya perangkat keras fisik. Laporan tentang Moonshot dan Alibaba dapat menjadi pendorong bagi AS untuk memperketat regulasi di bidang ini.
Bagi industri AI China, akses ke chip Nvidia kelas atas tetap menjadi faktor kunci dalam persaingan global. Meskipun perusahaan seperti Huawei telah mengembangkan chip AI sendiri, kemampuan mereka masih dianggap di bawah Nvidia dalam hal kinerja dan ekosistem perangkat lunak. Oleh karena itu, kesepakatan seperti yang dilaporkan antara Moonshot dan Alibaba menjadi sangat berharga. Jika tren ini berlanjut, China dapat mempertahankan momentumnya dalam pengembangan AI tanpa harus bergantung sepenuhnya pada chip domestik. Sementara itu, pasar prediksi Polymarket, yang pertama kali menyebarkan laporan ini, menunjukkan bahwa isu ini menjadi perhatian publik. Namun, angka odds atau volume taruhan tidak relevan untuk analisis berita ini. Yang lebih penting adalah dampak nyata dari laporan tersebut terhadap kebijakan, industri, dan dinamika geopolitik.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi, publik dan pelaku industri menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan penyelidikan oleh pemerintah AS dan respons dari Nvidia serta Alibaba. Dalam jangka pendek, laporan ini dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap saham teknologi China dan AS. Namun, investor harus berhati hati karena informasi masih belum pasti. Yang jelas, isu akses chip Nvidia oleh perusahaan China akan terus menjadi topik panas dalam hubungan teknologi AS China, dan setiap perkembangan baru akan dipantau ketat oleh para pemangku kepentingan di kedua negara.