Technology
Kesaksian Pengikut 4 Tahun soal Cybertruck dan Self-Driving Tesla
Pengguna X mengaku mengikuti konten Tesla selama 4 tahun dan memuji Cybertruck serta sistem Self-Driving, memicu diskusi tentang daya tarik kendaraan di luar basis penggemar EV.
Oleh Tim Editorial

Dalam unggahan di X pada 7 Agustus 2026, akun @butala aryan menulis, "I have been following this guy's content for 4 years. He's not an EV guy at all. Just listen to the great things he has to say about the @cybertruck and Self Driving: @ Brandon c clark on Instagram." Pernyataan itu menyoroti bagaimana seseorang yang bukan penggemar EV dapat memberikan apresiasi terhadap produk Tesla, khususnya Cybertruck dan teknologi Full Self Driving (FSD). Unggahan tersebut merujuk pada konten dari Brandon C. Clark di Instagram, yang menurut @butala aryan telah diikuti selama empat tahun. Clark digambarkan sebagai sosok yang bukan penggemar EV, namun memiliki pandangan positif terhadap Cybertruck dan sistem Self Driving Tesla. Pernyataan ini menjadi menarik karena menunjukkan bahwa daya tarik produk Tesla tidak terbatas pada basis penggemar EV tradisional.
Fenomena ini sejalan dengan laporan Wired yang berjudul "The Tesla Influencers Leaving the 'Cult'". Laporan tersebut mengungkapkan bahwa Tesla didukung oleh komunitas online yang kuat, tetapi kebijakan politik Elon Musk dan hype berlebihan seputar Full Self Driving membuat sebagian loyalis mulai menjauh. Meski demikian, kesaksian @butala aryan justru menunjukkan masih ada orang di luar lingkaran penggemar EV yang memberikan apresiasi terhadap produk Tesla. Akun @cybrtrkguy, yang dikenal sebagai penggemar Cybertruck, merespons unggahan tersebut dengan komentar, "And to think Cybertruck turns 3 years old this year and people are still discovering it." Komentar ini menegaskan bahwa Cybertruck, yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 dan mulai diproduksi pada 2023, masih menarik perhatian publik hingga tahun ketiganya.
Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki daya tarik yang bertahan lama, bahkan di kalangan yang bukan penggemar EV. Cybertruck sendiri merupakan pikap listrik dengan desain futuristik yang kontroversial. Kendaraan ini memiliki bodi stainless steel yang tahan banting dan kaca yang diklaim anti peluru, meskipun sempat gagal dalam demonstrasi peluncuran. Sistem Self Driving Tesla, yang kini disebut Full Self Driving (FSD), adalah teknologi otonom yang masih dalam tahap pengujian dan memerlukan pengawasan pengemudi. Meskipun demikian, FSD telah menjadi salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan dan diuji oleh pengguna Tesla. Kesaksian @butala aryan muncul di tengah dinamika komunitas Tesla yang mulai terpecah. Wired melaporkan bahwa sebagian influencer Tesla meninggalkan "kultus" karena perbedaan pandangan politik dengan Elon Musk dan kekecewaan terhadap janji FSD yang berlebihan.
Namun, unggahan @butala aryan menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi apresiasi terhadap produk Tesla dari luar lingkaran penggemar setia. Brandon C. Clark, yang disebut dalam unggahan, adalah kreator konten di Instagram yang fokus pada ulasan kendaraan, termasuk Cybertruck. Meskipun bukan penggemar EV, Clark memberikan pandangan positif terhadap Cybertruck dan Self Driving, yang kemudian dianggap sebagai bukti bahwa produk Tesla mampu menarik minat kalangan yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi sinyal bagi Tesla bahwa strategi pemasaran mereka tidak hanya menyasar penggemar EV, tetapi juga konsumen umum yang mungkin sebelumnya skeptis terhadap kendaraan listrik. Dari perspektif industri, fenomena ini menunjukkan bahwa Cybertruck memiliki posisi unik di pasar otomotif. Desainnya yang tidak konvensional dan fitur fitur canggihnya berhasil menciptakan daya tarik lintas segmen.
Meskipun Cybertruck menghadapi tantangan produksi dan persaingan dari pikap listrik lain seperti Ford F 150 Lightning dan Rivian R1T, kesaksian dari non penggemar EV seperti Clark dapat membantu memperluas basis konsumen potensial. Sementara itu, teknologi Self Driving Tesla terus menjadi sorotan. Meskipun FSD belum sepenuhnya otonom dan masih memerlukan pengawasan pengemudi, fitur ini tetap menjadi salah satu nilai jual utama Tesla. Apresiasi dari pihak yang bukan penggemar EV, seperti yang diungkapkan @butala aryan, dapat memperkuat persepsi bahwa FSD adalah teknologi yang patut diperhitungkan, meskipun ada kritik dari berbagai pihak. Ke depannya, unggahan @butala aryan dan respons dari komunitas seperti @cybrtrkguy menunjukkan bahwa diskusi seputar Cybertruck dan Self Driving masih hangat.
Dengan Cybertruck yang akan berusia tiga tahun pada 2026, minat publik yang terus muncul dapat menjadi indikator bahwa produk ini memiliki siklus hidup yang panjang. Namun, Tesla tetap perlu menghadapi tantangan regulasi dan persaingan pasar yang semakin ketat. Bagi pengamat industri, kesaksian semacam ini memberikan wawasan tentang bagaimana persepsi publik terhadap kendaraan listrik berkembang. Jika orang orang di luar basis penggemar EV mulai memberikan apresiasi, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa adopsi kendaraan listrik semakin meluas. Namun, perlu dicatat bahwa unggahan ini hanyalah satu suara dan belum mewakili tren yang lebih besar. Secara keseluruhan, unggahan @butala aryan menyoroti fenomena menarik tentang daya tarik produk Tesla di luar komunitas penggemar EV.
Dengan dukungan dari akun seperti @cybrtrkguy dan laporan dari media seperti Wired, diskusi tentang Cybertruck dan Self Driving terus berkembang. Meskipun ada tantangan, apresiasi dari kalangan non penggemar EV dapat menjadi modal berharga bagi Tesla dalam memperluas pangsa pasarnya.