Technology

Groq Jadi Pengadopsi Awal NVIDIA Groq 3 LPX untuk Cloud Inferensi AI

Groq mengumumkan menjadi salah satu pengadopsi pertama NVIDIA Groq 3 LPX yang akan digunakan bersama platform Vera Rubin NVL72 di cloud inferensi AI miliknya.

Oleh Tim Editorial

Groq Jadi Pengadopsi Awal NVIDIA Groq 3 LPX untuk Cloud Inferensi AI
nvidia.com

Groq secara resmi mengumumkan akan menjadi salah satu pengadopsi pertama NVIDIA Groq 3 LPX, akselerator inferensi AI yang dirancang untuk sistem agentic. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Groq di platform X pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, Groq menyatakan akan menggunakan Groq 3 LPX bersama platform NVIDIA Vera Rubin NVL72 di infrastruktur cloud inferensi AI yang dibangun khusus untuk kebutuhan tersebut. Groq menyebutkan bahwa mereka bekerja sama dengan Dell Technologies untuk proses deployment NVIDIA Groq 3 LPX. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Groq untuk menghadirkan kapasitas komputasi inferensi yang siap pakai bagi perusahaan dan pengembang AI yang membangun agen generasi berikutnya.

Menurut Groq, ketika kapasitas NVIDIA Groq 3 LPX mulai beroperasi, infrastruktur yang digunakan sudah dioptimalkan untuk menangani beban kerja inferensi dengan permintaan tinggi. NVIDIA Groq 3 LPX sendiri merupakan akselerator inferensi interaktif yang dirancang khusus untuk sistem agentic AI. Berdasarkan informasi dari situs resmi NVIDIA, produk ini diposisikan sebagai solusi inferensi AI untuk kebutuhan sistem agen yang membutuhkan latensi rendah dan konteks besar. NVIDIA menyebut Groq 3 LPX sebagai akselerator inferensi skala rack yang dikembangkan untuk platform NVIDIA Vera Rubin. Dari sisi spesifikasi teknis, laporan StorageReview yang terbit pada 19 Maret 2026 menyebutkan bahwa NVIDIA Groq 3 LPX menggabungkan 256 unit LP30 LPU dengan platform Vera Rubin NVL72. Kombinasi ini disebut mampu memberikan throughput inferensi hingga 35 kali lebih tinggi per megawatt dibandingkan generasi sebelumnya.

Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi penyedia cloud yang ingin meningkatkan efisiensi komputasi inferensi tanpa harus menambah konsumsi daya secara signifikan. NVIDIA menjelaskan dalam blog teknisnya bahwa Groq 3 LPX dirancang bersama dengan platform NVIDIA Vera Rubin untuk memenuhi kebutuhan latensi rendah dan konteks besar yang menjadi ciri khas sistem agentic. Arsitektur ini memungkinkan model AI untuk memproses permintaan dalam jumlah besar dengan waktu respons yang lebih cepat, sebuah kebutuhan yang semakin mendesak seiring berkembangnya aplikasi AI generatif dan agen otonom. Bagi Groq, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar infrastruktur inferensi AI. Groq selama ini dikenal sebagai pengembang LPU (Language Processing Unit), sebuah arsitektur prosesor yang dirancang khusus untuk menjalankan model bahasa besar dengan latensi rendah.

Dengan mengadopsi NVIDIA Groq 3 LPX, Groq menambah kapasitas komputasi berbasis arsitektur NVIDIA di samping teknologi LPU yang sudah mereka kembangkan sebelumnya. Pengumuman ini juga menegaskan arah persaingan di pasar akselerator AI yang semakin ramai. NVIDIA terus memperluas lini produknya dari sekadar GPU untuk pelatihan model menjadi solusi khusus untuk inferensi. Groq 3 LPX hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pasar akan infrastruktur inferensi yang lebih efisien dan responsif, terutama untuk aplikasi agentic yang membutuhkan interaksi real time dengan pengguna. Dell Technologies sebagai mitra deployment juga menjadi bagian penting dalam ekosistem ini. Keterlibatan Dell menunjukkan bahwa adopsi NVIDIA Groq 3 LPX tidak hanya melibatkan penyedia cloud dan pembuat chip, tetapi juga vendor infrastruktur yang menyediakan perangkat keras server dan sistem pendukung.

Kolaborasi semacam ini menjadi pola yang semakin umum di industri AI, di mana perusahaan perusahaan dengan keahlian berbeda bergabung untuk menghadirkan solusi komputasi yang lengkap. Groq menyatakan bahwa perusahaan dan pengembang AI yang membangun agen generasi berikutnya akan mendapatkan salah satu jalur paling awal untuk menggunakan NVIDIA Groq 3 LPX pada beban kerja produksi nyata. Pernyataan ini menegaskan bahwa Groq menargetkan segmen pengguna yang membutuhkan kapasitas inferensi dalam skala besar dan siap digunakan untuk aplikasi komersial, bukan sekadar uji coba atau penelitian. Dari sisi pasar, langkah Groq ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri komputasi AI, yaitu pergeseran fokus dari pelatihan model ke inferensi.

Seiring semakin banyaknya model AI yang matang dan siap digunakan, kebutuhan akan infrastruktur inferensi yang cepat, efisien, dan hemat daya menjadi prioritas utama bagi penyedia layanan cloud dan perusahaan teknologi. Produk seperti NVIDIA Groq 3 LPX dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pasti kapan kapasitas NVIDIA Groq 3 LPX akan mulai beroperasi di infrastruktur Groq. Namun, pengumuman ini memberikan sinyal bahwa persiapan teknis dan kemitraan yang diperlukan sudah berjalan. Groq juga belum mengungkapkan detail kapasitas komputasi yang akan disediakan atau skala investasi yang dikeluarkan untuk proyek ini. Ke depan, keberhasilan Groq dalam menghadirkan NVIDIA Groq 3 LPX ke pasar akan bergantung pada kemampuan eksekusi teknis dan kecepatan deployment.

Persaingan di pasar penyedia cloud inferensi AI semakin ketat, dengan pemain besar seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud juga terus memperbarui infrastruktur mereka. Groq perlu memastikan bahwa layanan yang mereka tawarkan benar benar memberikan keunggulan latensi dan efisiensi yang dijanjikan oleh arsitektur Groq 3 LPX. Bagi pengembang dan perusahaan yang membangun aplikasi AI agentic, ketersediaan infrastruktur inferensi dengan latensi rendah menjadi faktor krusial. Aplikasi seperti asisten virtual, agen layanan pelanggan otomatis, dan sistem pengambilan keputusan real time membutuhkan waktu respons yang sangat cepat agar dapat memberikan pengalaman pengguna yang baik. NVIDIA Groq 3 LPX dengan kombinasi 256 LPU dan platform Vera Rubin NVL72 dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengumuman Groq ini juga menjadi indikator bahwa ekosistem perangkat keras AI terus berkembang dengan cepat.

NVIDIA tidak hanya bersaing di segmen GPU untuk pelatihan, tetapi juga membangun lini produk khusus untuk inferensi dengan efisiensi daya yang lebih baik. Sementara itu, perusahaan seperti Groq yang awalnya mengembangkan arsitektur prosesor sendiri kini memilih untuk juga mengadopsi teknologi NVIDIA, menunjukkan bahwa pasar masih cukup luas untuk berbagai pendekatan arsitektur yang berbeda.

Sumber dan referensi