Technology
Google Revenue Tumbuh 24 Persen Jadi 119,8 Miliar Dolar AS, Cloud Hampir Dua Kali Lipat
Google mencatat pendapatan kuartal II 2026 sebesar 119,8 miliar dolar AS, naik 24 persen, dengan Google Cloud hampir dua kali lipat didorong permintaan AI.
Oleh Tim Editorial

Alphabet, induk perusahaan Google, melaporkan pendapatan kuartal kedua 2026 sebesar 119,8 miliar dolar AS pada Rabu (22/7) waktu AS, menurut pengumuman resmi yang dikutip oleh platform prediksi Polymarket. Angka tersebut menandai pertumbuhan 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan sekitar 115 miliar dolar AS. Laporan keuangan yang dirilis setelah penutupan pasar saham AS itu menunjukkan bahwa Google Cloud menjadi motor utama pertumbuhan. Pendapatan segmen cloud hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, didorong oleh permintaan yang melonjak untuk layanan infrastruktur AI dan model bahasa besar. Meskipun angka pasti pendapatan cloud tidak disebutkan dalam pengumuman awal, sumber CNBC mengonfirmasi bahwa divisi tersebut mencatat pertumbuhan signifikan seiring perusahaan perusahaan besar berlomba mengadopsi AI generatif.
Pendapatan iklan Google, yang masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan, juga tumbuh solid meskipun tidak sedramatis cloud. YouTube, platform video milik Google, dilaporkan telah melampaui 60 miliar dolar AS pendapatan tahunan pada 2025, menurut data Finviz yang dirilis sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa ekosistem iklan digital Google tetap tangguh di tengah persaingan dari TikTok dan platform media sosial lainnya. Selain pendapatan operasional, Alphabet juga mencatat keuntungan ekuitas yang besar dari investasi strategisnya. Perusahaan melaporkan keuntungan ekuitas sebesar 99 miliar dolar AS dari investasi di Anthropic, startup AI yang mengembangkan model Claude, serta SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Keuntungan ini sebagian besar bersifat non tunai dan mencerminkan kenaikan valuasi kedua perusahaan tersebut.
Pencapaian pendapatan 119,8 miliar dolar AS ini menjadikan Alphabet semakin dekat dengan Nvidia dalam perebutan posisi sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Forbes melaporkan pada Februari 2026 bahwa pendapatan tahunan Alphabet telah menembus 400 miliar dolar AS untuk pertama kalinya, menempatkannya dalam jangkauan Nvidia yang valuasinya melonjak berkat dominasi chip AI. Kinerja kuartal II ini memperkuat posisi Google sebagai pemain dominan di pasar AI, meskipun persaingan semakin ketat. Microsoft, melalui kemitraannya dengan OpenAI, dan Amazon melalui AWS, juga melaporkan pertumbuhan cloud yang kuat. Namun, pertumbuhan hampir dua kali lipat Google Cloud menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memanfaatkan basis pelanggan enterprise yang sudah ada dan integrasi AI ke dalam produk produk seperti Workspace dan Vertex AI.
Dari sisi pasar saham, saham Alphabet (GOOGL) diperdagangkan di harga 342,09 dolar AS pada Kamis (23/7) pagi waktu AS, turun 1,46 persen. Penurunan ini mungkin mencerminkan aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan menjelang rilis laporan, atau ekspektasi pasar yang sudah tinggi. Namun, secara fundamental, pertumbuhan pendapatan 24 persen dan ekspansi cloud yang agresif memberikan sinyal positif bagi investor jangka panjang. Laporan keuangan lengkap Alphabet untuk kuartal II 2026 dijadwalkan dirilis dalam beberapa hari mendatang, termasuk rincian pendapatan per segmen, laba bersih, dan panduan ke depan. Analis akan mencermati margin keuntungan cloud, belanja modal untuk infrastruktur AI, serta perkembangan bisnis mobil otonom Waymo yang juga berada di bawah Alphabet.
Dengan pendapatan yang melampaui ekspektasi dan pertumbuhan cloud yang eksplosif, Google menunjukkan bahwa investasi besar besaran di AI mulai membuahkan hasil. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah perusahaan dapat mempertahankan momentum ini di tengah regulasi AI yang semakin ketat di Eropa dan AS, serta persaingan harga dari penyedia cloud lain.