AI

Google Dikabarkan Akuisisi Marvell Rp 190 Triliun, Pendiri Asal Indonesia

Google dikabarkan mengakuisisi Marvell Technology senilai US$ 12,2 miliar atau sekitar Rp 190 triliun, perusahaan semikonduktor yang didirikan Sehat Sutardja asal Indonesia.

Oleh Tim Editorial

Google Dikabarkan Akuisisi Marvell Rp 190 Triliun, Pendiri Asal Indonesia
cnbcindonesia.com

Google dikabarkan menjalin kerja sama strategis senilai US$ 12,2 miliar atau sekitar Rp 190 triliun dengan Marvell Technology, perusahaan semikonduktor yang didirikan oleh insinyur asal Indonesia, Sehat Sutardja. Kesepakatan ini dilaporkan oleh CNBC Indonesia dan TechCrunch sebagai langkah Google untuk mengamankan pasokan chip AI di tengah persaingan ketat industri semikonduktor global. Marvell Technology merupakan perusahaan desain chip yang berbasis di Santa Clara, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 oleh Sehat Sutardja bersama istrinya, Weili Dai. Sehat Sutardja sendiri lahir di Jakarta, Indonesia, dan menempuh pendidikan teknik elektro di Iowa State University sebelum melanjutkan studi pascasarjana di University of California, Berkeley. Nilai transaksi US$ 12,2 miliar tersebut setara dengan sekitar Rp 190 triliun berdasarkan kurs yang berlaku.

Angka ini menjadikan salah satu akuisisi terbesar di sektor semikonduktor dalam beberapa tahun terakhir. Google sendiri selama ini dikenal aktif mengembangkan chip khusus untuk kebutuhan komputasi AI, termasuk melalui divisi Tensor yang digunakan pada perangkat Pixel. Kabar ini muncul bersamaan dengan rilis ulasan Google Pixel 11 Pro XL oleh TechCrunch pada 22 Agustus 2026. Dalam ulasan tersebut, perangkat terbaru Google dinilai memiliki kamera yang lebih responsif dan fitur AI bernama Rambler yang dinilai berguna. Namun, TechCrunch menilai peningkatan yang ditawarkan Pixel 11 Pro XL bersifat iteratif dan mungkin tidak cukup menarik bagi pemilik Pixel generasi sebelumnya untuk melakukan upgrade. Keterkaitan antara rencana akuisisi Marvell dan peluncuran Pixel 11 Pro XL menunjukkan arah strategis Google dalam mengintegrasikan kemampuan AI ke seluruh lini produknya.

Chip AI yang dipasok Marvell berpotensi digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan AI di perangkat Pixel maupun infrastruktur cloud Google. Sehat Sutardja dikenal sebagai salah satu tokoh sukses diaspora Indonesia di industri teknologi global. Sebelum mendirikan Marvell, ia memiliki pengalaman panjang di bidang desain semikonduktor. Marvell sendiri telah berkembang menjadi salah satu pemain penting di pasar chip untuk pusat data, jaringan, dan penyimpanan data. Kerja sama antara Google dan Marvell ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan global terhadap chip AI. Berbagai perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan pasokan chip untuk mendukung pengembangan model AI yang semakin kompleks. Google sendiri telah lama mengembangkan Tensor Processing Unit (TPU) untuk kebutuhan komputasi AI di pusat datanya. Dari sisi industri, akuisisi ini berpotensi mengubah lanskap persaingan di pasar chip AI.

Marvell memiliki keahlian di bidang chip custom untuk aplikasi spesifik, yang semakin dicari oleh perusahaan hyperscaler seperti Google, Amazon, dan Microsoft. Dengan mengakuisisi Marvell, Google dapat mengamankan kapabilitas desain chip yang selama ini mungkin bergantung pada pihak ketiga. Bagi ekosistem teknologi Indonesia, kabar ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa talenta asal Indonesia mampu membangun perusahaan yang diakuisisi oleh raksasa teknologi global. Sehat Sutardja telah lama menjadi inspirasi bagi banyak insinyur Indonesia yang berkarier di industri semikonduktor internasional. Analis industri memperkirakan bahwa kesepakatan ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk proses regulasi dan persetujuan pemegang saham. Nilai transaksi yang besar menandakan bahwa Google serius dalam memperkuat posisinya di bidang AI, terutama dalam menghadapi kompetisi dengan perusahaan seperti Nvidia yang saat ini mendominasi pasar chip AI.

Marvell sendiri telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di segmen chip untuk pusat data dan infrastruktur jaringan. Perusahaan ini juga aktif dalam pengembangan chip untuk aplikasi 5G dan teknologi penyimpanan data berkapasitas tinggi. Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar akuisisi ini. Sementara itu, Marvell juga belum mengonfirmasi secara publik. Namun, laporan dari CNBC Indonesia dan TechCrunch yang saling menguatkan menunjukkan bahwa negosiasi telah mencapai tahap lanjut. Jika kesepakatan ini terealisasi, Google akan memiliki kendali penuh atas desain chip yang selama ini mungkin dipesan dari Marvell. Hal ini sejalan dengan tren vertikal integrasi di industri semikonduktor, di mana perusahaan teknologi besar cenderung mengembangkan chip secara in house untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.

Dampak lain yang mungkin muncul adalah terhadap pasar tenaga kerja semikonduktor global. Akuisisi Marvell oleh Google berpotensi menarik talenta desain chip terbaik ke dalam ekosistem Google, yang selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan perangkat lunak dan layanan internet. Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati dari sisi kebijakan teknologi global. Pasar chip AI saat ini menjadi arena persaingan antara Amerika Serikat dan China, dengan berbagai pembatasan ekspor teknologi canggih. Akuisisi Marvell oleh Google akan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam rantai pasok chip AI global. Bagi para pengamat industri, langkah Google ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar AI tidak hanya terjadi di level model dan aplikasi, tetapi juga hingga ke level infrastruktur chip.

Perusahaan yang mampu mengamankan pasokan chip dengan spesifikasi sesuai kebutuhan akan memiliki keunggulan kompetitif dalam mengembangkan produk AI yang lebih efisien dan powerful. Status perkembangan berikutnya yang perlu dicermati adalah proses negosiasi final dan persetujuan regulator. Mengingat nilai transaksi yang besar, kesepakatan ini kemungkinan akan menarik perhatian otoritas antimonopoli di berbagai yurisdiksi. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Google maupun Marvell mengenai timeline penyelesaian transaksi.

Sumber dan referensi