AI
Google DeepMind Rilis Nano Banana 2 Lite dan Gemini Omni Flash untuk Pengembang
Google DeepMind meluncurkan Nano Banana 2 Lite, model gambar Gemini tercepat dan termurah, serta Gemini Omni Flash untuk generasi video berkualitas tinggi melalui Gemini API dan AI Studio.
Oleh Tim Editorial
Google DeepMind mengumumkan dua rilis besar pada Jumat, 31 Juli 2026 melalui akun X resminya. Pengumuman tersebut mencakup Nano Banana 2 Lite, yang disebut sebagai model gambar Gemini tercepat dan termurah, serta Gemini Omni Flash yang kini tersedia melalui Gemini API dan Google AI Studio. Kedua model ini dirancang untuk membantu pengembang menghasilkan dan mengedit video berkualitas tinggi, menandai langkah signifikan dalam kemampuan multimodal Google. Nano Banana 2 Lite, yang juga dikenal sebagai Gemini 3.1 Flash Lite Image, diposisikan sebagai model gambar paling efisien dari keluarga Gemini. Menurut halaman produk Google DeepMind, model ini dibangun untuk memberikan generasi dan pengeditan berkecepatan tinggi dengan biaya terendah yang pernah ada.
Google menyoroti latensi yang sangat rendah, memungkinkan pengembang untuk mengeksplorasi, mengulangi, dan menjaga alur kerja tetap berjalan dengan pengurangan latensi yang dramatis. Sementara itu, Gemini Omni Flash hadir sebagai model yang fokus pada generasi video dan pengeditan percakapan. Dalam unggahan X, Google DeepMind menyatakan bahwa model ini tersedia melalui Gemini API dan Google AI Studio, memberikan akses langsung kepada pengembang untuk memanfaatkan kemampuan video berkualitas tinggi. Blog resmi Google juga mengonfirmasi bahwa kedua model ini dirancang untuk membantu pengembang menskalakan ide mereka, dengan Nano Banana 2 Lite sebagai opsi paling hemat biaya untuk tugas gambar. Pengumuman ini muncul kurang dari sebulan setelah Google pertama kali memperkenalkan kedua model tersebut.
Pada 30 Juni 2026, blog Google dan GMI Cloud melaporkan peluncuran Gemini Omni Flash untuk generasi video dan Nano Banana 2 Lite untuk pembuatan gambar dalam empat detik. Kini, ketersediaan umum melalui API dan AI Studio menandai transisi dari pengumuman awal ke akses praktis bagi pengembang di seluruh dunia. Dari sisi teknis, Nano Banana 2 Lite merupakan bagian dari keluarga model Gemini 3.1, dengan penekanan pada efisiensi biaya dan kecepatan. Google DeepMind menyebutnya sebagai model gambar Gemini tercepat dan termurah, yang dapat menjadi daya tarik utama bagi pengembang yang membutuhkan generasi gambar dalam volume besar tanpa mengorbankan kualitas. Model ini juga dapat dicoba langsung di Google AI Studio, dengan panduan prompt yang tersedia untuk memudahkan pengguna memulai.
Gemini Omni Flash, di sisi lain, menawarkan kemampuan video yang lebih canggih. Meskipun detail spesifik tentang parameter atau arsitektur model tidak diungkapkan dalam pengumuman, fokus pada pengeditan percakapan menunjukkan bahwa model ini dirancang untuk interaksi yang lebih dinamis, di mana pengembang dapat mengedit video secara iteratif melalui instruksi bahasa alami. Ini sejalan dengan tren industri AI yang semakin menekankan multimodalitas dan interaktivitas. Ketersediaan kedua model melalui Gemini API dan Google AI Studio memberikan implikasi langsung bagi ekosistem pengembang. Dengan akses API, pengembang dapat mengintegrasikan kemampuan generasi gambar dan video ke dalam aplikasi mereka, sementara AI Studio menawarkan lingkungan eksperimen yang lebih mudah diakses.
Google juga menyediakan dokumentasi model di ai.google.dev, yang mencakup semua model AI tercanggih Google, memungkinkan pengembang untuk membandingkan dan memilih model yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dari perspektif industri, peluncuran ini menegaskan posisi Google dalam persaingan model AI generatif, terutama di segmen gambar dan video. Dengan menawarkan model yang lebih cepat dan lebih murah, Google tampaknya menargetkan pengembang yang sensitif terhadap biaya, yang selama ini mungkin terhalang oleh biaya komputasi yang tinggi untuk model generatif. Langkah ini juga dapat meningkatkan adopsi AI generatif di berbagai sektor, mulai dari pemasaran hingga produksi konten. Meskipun pengumuman ini tidak menyebutkan dampak pasar saham atau kripto secara langsung, ketersediaan model yang lebih efisien dapat memengaruhi dinamika biaya komputasi di industri AI secara lebih luas.
Namun, hubungan tersebut tidak dinyatakan secara eksplisit oleh Google, sehingga analisis lebih lanjut memerlukan data tambahan yang tidak tersedia dalam pengumuman resmi. Bagi pengembang yang ingin mencoba kedua model, Google AI Studio menyediakan akses langsung ke Nano Banana 2 Lite, sementara Gemini Omni Flash dapat diakses melalui Gemini API. Dokumentasi lengkap tersedia di situs pengembang Google, yang juga mencakup panduan untuk memulai. Dengan rilis ini, Google memperluas portofolio modelnya, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengembang untuk membangun aplikasi AI yang inovatif. Ke depannya, pengembang dapat menantikan pembaruan lebih lanjut dari Google DeepMind terkait kemampuan kedua model ini. Meskipun belum ada informasi tentang harga spesifik atau batasan penggunaan, fokus pada efisiensi biaya menunjukkan bahwa Google berupaya membuat AI generatif lebih terjangkau.
Ini bisa menjadi langkah penting dalam demokratisasi akses ke teknologi AI canggih, sejalan dengan misi Google untuk membuat AI bermanfaat bagi semua orang.