AI
Google DeepMind Latih Robot Apollo 2 Kuasai Gerakan Tangan Rumit untuk Tugas Dapur
Google DeepMind mendemonstrasikan robot humanoid Apollo 2 yang mampu mengoordinasikan gerakan motorik halus untuk menyelesaikan tugas dapur rumit.
Oleh Tim Editorial

Google DeepMind melalui akun X resminya pada Jumat, 31 Juli 2026, merilis demonstrasi robot humanoid Apollo 2 yang menunjukkan kemampuan mengoordinasikan gerakan motorik halus untuk menyelesaikan tugas tugas dapur yang rumit. Dalam unggahan tersebut, DeepMind menyatakan bahwa untuk benar benar berguna, robot membutuhkan ketangkasan yang sering dianggap remeh oleh manusia, namun meminta model kecerdasan buatan (AI) untuk mengoordinasikan gerakan gerakan ini sangatlah rumit. Demonstrasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Google DeepMind dan Apptronik, perusahaan startup robotika asal Austin, Texas. Apptronik sebelumnya telah memperkenalkan robot humanoid Apollo pada awal 2023. Dalam wawancara dengan IEEE Spectrum pada Januari 2023, pendiri Apptronik, CEO Jeff Cardenas dan CTO Nick Paine, menjelaskan keyakinan mereka bahwa Apollo adalah jawaban untuk robot humanoid serba guna.
Apptronik kemudian mengembangkan Robot Park, fasilitas pelatihan khusus bagi robot humanoid yang berlokasi di Austin. Menurut laporan Manila Times pada 30 Juni 2026, armada robot Apollo 2 secara terus menerus mengumpulkan data dunia nyata di berbagai lokasi Robot Park dan situs pelanggan untuk mengembangkan model AI bagi sistem humanoid masa depan, bekerja sama dengan Google DeepMind. Dalam demonstrasi terbaru, Apollo 2 didorong untuk menguasai keterampilan motorik halus dan menyelesaikan tugas tugas dapur yang rumit. DeepMind tidak merinci tugas spesifik apa yang dilakukan, namun video yang dibagikan menunjukkan robot tersebut memegang dan memanipulasi benda benda kecil seperti sendok, gelas, dan bahan makanan, yang membutuhkan koordinasi tangan mata yang presisi. Ketangkasan robotik selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan robot humanoid.
Tugas tugas sederhana bagi manusia, seperti menuangkan air ke dalam gelas atau mengambil benda kecil dari laci, membutuhkan perhitungan posisi, tekanan, dan keseimbangan yang sangat kompleks bagi robot. Google DeepMind menyebut bahwa koordinasi gerakan ini sangat rumit untuk diminta dari model AI. Kolaborasi antara Google DeepMind dan Apptronik dimulai setidaknya sejak pertengahan 2026. Robot Park, yang disebut sebagai "sekolah" robot humanoid, memungkinkan ribuan robot Apollo 2 berlatih secara simultan di lingkungan yang terkendali. Data yang dikumpulkan dari latihan ini digunakan untuk melatih model AI yang lebih canggih, yang kemudian diimplementasikan kembali ke robot untuk meningkatkan performa. Apptronik sendiri didirikan oleh para alumni Laboratorium Robotika Humanoid Universitas Texas di Austin.
Perusahaan ini telah menarik perhatian investor dan mitra industri karena pendekatan mereka yang modular dan fokus pada aplikasi dunia nyata, seperti pekerjaan gudang dan manufaktur. Robot Apollo dirancang untuk menjadi platform serba guna yang dapat diprogram untuk berbagai tugas. Keberhasilan Apollo 2 dalam menguasai tugas dapur menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis data dunia nyata yang dilakukan di Robot Park mulai membuahkan hasil. Dengan mengumpulkan data dari ribuan robot yang beroperasi di berbagai lingkungan, model AI dapat belajar dari variasi situasi yang lebih luas, sehingga meningkatkan kemampuan generalisasi robot. Google DeepMind, yang merupakan divisi AI dari Alphabet Inc., telah lama fokus pada pengembangan AI yang dapat berinteraksi dengan dunia fisik.
Sebelumnya, DeepMind telah mengembangkan model AI yang mampu bermain game, memprediksi struktur protein, dan mengendalikan robot di lingkungan simulasi. Demonstrasi Apollo 2 ini merupakan langkah nyata menuju penerapan AI pada robot fisik di dunia nyata. Meskipun demonstrasi ini menunjukkan kemajuan signifikan, masih ada tantangan besar sebelum robot humanoid dapat beroperasi secara otonom di lingkungan rumah atau dapur yang tidak terstruktur. Faktor seperti biaya produksi, daya tahan baterai, dan keamanan interaksi dengan manusia masih perlu diatasi. Namun, kolaborasi antara Google DeepMind dan Apptronik memberikan jalur yang jelas untuk terus meningkatkan kemampuan robot. Apptronik belum mengumumkan jadwal komersialisasi Apollo 2 untuk pasar konsumen. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah pada aplikasi industri dan logistik, di mana robot dapat bekerja di lingkungan yang lebih terkontrol.
Namun, kemampuan yang ditunjukkan dalam demonstrasi dapur ini membuka kemungkinan untuk penggunaan di masa depan, termasuk di rumah sakit, restoran, dan rumah pribadi. Google DeepMind dan Apptronik tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail teknis model AI yang digunakan atau rencana pengembangan selanjutnya. Namun, dengan adanya Robot Park yang terus beroperasi, data yang dikumpulkan akan terus bertambah, memungkinkan peningkatan kemampuan robot secara bertahap.