AI

Google DeepMind dan DOE Perluas Genesis Mission dengan Komitmen AI Senilai USD 40 Juta

Google DeepMind mengumumkan perluasan kerja sama dengan Departemen Energi AS melalui Genesis Mission, dengan komitmen USD 40 juta dalam token AI dan kredit Google Cloud untuk akses model Gemini.

Oleh Tim Editorial

Google DeepMind dan DOE Perluas Genesis Mission dengan Komitmen AI Senilai USD 40 Juta
images.indianexpress.com

Google DeepMind mengumumkan perluasan kerja sama dengan Departemen Energi AS (DOE) melalui inisiatif Genesis Mission, dengan komitmen senilai USD 40 juta dalam bentuk token AI dan kredit Google Cloud. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penemuan ilmiah dalam satu dekade ke depan, sebagaimana diungkapkan melalui akun resmi X (@GoogleDeepMind) pada Jumat, 31 Juli 2026. Genesis Mission merupakan inisiatif nasional yang diluncurkan DOE untuk membangun platform ilmiah paling kuat di dunia. Menurut laman resmi DOE, misi ini dirancang untuk memposisikan AS di garis depan penemuan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan inovasi. Google DeepMind menyatakan bahwa dengan komitmen USD 40 juta dalam token AI dan kredit Google Cloud, lebih banyak peneliti laboratorium akan mendapatkan akses ke Gemini dan model AI lainnya.

Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di X oleh Google DeepMind, yang menyebutkan bahwa mereka memperluas kerja sama dengan DOE pada Genesis Mission. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan ke halaman resmi Google yang menjelaskan detail inisiatif tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari DOE mengenai detail teknis atau jadwal implementasi. Genesis Mission pertama kali diumumkan oleh DOE pada Oktober 2025, sebagaimana tercatat di laman energy.gov. Inisiatif ini merupakan konsorsium yang bertujuan mempercepat penemuan ilmiah melalui AI. Google DeepMind, sebagai bagian dari Alphabet Inc., telah menjadi mitra kunci dalam misi ini sejak awal. Komitmen terbaru ini menandai perluasan partisipasi mereka, dengan fokus pada penyediaan akses komputasi dan model AI bagi para peneliti.

Komitmen USD 40 juta tersebut mencakup token AI dan kredit Google Cloud. Token AI adalah unit komputasi yang dapat digunakan untuk mengakses model AI seperti Gemini, sementara kredit Google Cloud memberikan kapasitas komputasi awan untuk menjalankan simulasi dan analisis data. Dengan akses ini, peneliti di laboratorium DOE diharapkan dapat mempercepat riset di berbagai bidang, mulai dari material sains hingga energi bersih. Model Gemini, yang dikembangkan oleh Google DeepMind, merupakan salah satu model AI multimodal terkemuka. Gemini mampu memproses teks, gambar, audio, dan video secara bersamaan, sehingga memungkinkan aplikasi ilmiah yang lebih kompleks. Dalam konteks Genesis Mission, Gemini dapat digunakan untuk menganalisis data eksperimen, merancang material baru, atau mengoptimalkan proses kimia.

Langkah Google DeepMind ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan teknologi besar semakin terlibat dalam riset ilmiah yang didanai pemerintah. Di AS, DOE telah menjadi salah satu lembaga paling aktif dalam mengadopsi AI untuk sains, dengan berbagai inisiatif seperti program AI for Science. Kemitraan dengan Google DeepMind diharapkan dapat memperkuat posisi AS dalam persaingan global di bidang AI dan sains. Dari sisi pasar, saham Alphabet Inc. (GOOGL) ditutup pada harga USD 333,66 pada perdagangan Jumat, turun 0,91 persen. Namun, pergerakan harga saham ini tidak secara langsung terkait dengan pengumuman Genesis Mission, karena faktor pasar yang lebih luas juga mempengaruhi. Analis pasar melihat komitmen ini sebagai investasi jangka panjang dalam infrastruktur AI yang dapat memperkuat ekosistem Google Cloud.

Google Cloud, sebagai penyedia infrastruktur komputasi awan, akan menjadi penerima manfaat langsung dari perluasan kerja sama ini. Kredit Google Cloud yang diberikan kepada peneliti DOE akan mendorong penggunaan layanan cloud Google, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pangsa pasar Google Cloud di sektor pemerintahan dan riset. Ini merupakan strategi yang umum dilakukan oleh penyedia cloud besar untuk membangun loyalitas pengguna sejak tahap riset awal. Meskipun pengumuman ini baru disampaikan, Genesis Mission telah berjalan sejak Oktober 2025. DOE telah membentuk konsorsium yang melibatkan berbagai universitas, laboratorium nasional, dan mitra industri. Google DeepMind adalah salah satu mitra industri utama, bersama dengan perusahaan teknologi lainnya. Komitmen USD 40 juta ini menambah total investasi yang telah digelontorkan untuk misi tersebut.

Ke depannya, perluasan akses ke model AI seperti Gemini diharapkan dapat mempercepat penemuan di bidang energi, material, dan biologi. DOE sendiri telah menetapkan target untuk menggandakan kecepatan penemuan ilmiah dalam satu dekade. Dengan dukungan komputasi dan model AI dari Google DeepMind, target tersebut dianggap lebih realistis oleh para pengamat. Belum ada pernyataan resmi dari DOE mengenai bagaimana token AI dan kredit Google Cloud akan didistribusikan ke laboratorium. Namun, Google DeepMind menyatakan bahwa lebih banyak peneliti akan mendapatkan akses, yang mengindikasikan adanya perluasan dari program yang sudah ada. Detail lebih lanjut kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang melalui saluran resmi DOE dan Google.

Sumber dan referensi