Fintech
EPA Usulkan Hapus Kewajiban Data Center untuk Mengumumkan Polusi Udara
EPA usul hapus kewajiban pemberitahuan publik untuk izin udara data center, warga khawatir kehilangan hak bersuara.
Oleh Tim Editorial

Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) berencana membuang aturan federal yang selama ini mewajibkan pemberitahuan publik dan kesempatan berkomentar ketika situs industri tertentu, termasuk data center, mengajukan izin udara (air permit). Laporan The Verge pada 28 Agustus 2026 menyebut rencana ini muncul tepat ketika data center baru menghadapi penolakan yang semakin besar dari komunitas sekitar di Amerika Serikat. Rencana ini pertama kali disorot Mother Jones pada Juli 2026. Majalah itu menulis bahwa Clean Air Act menjamin input publik dalam proses perizinan, dan aturan baru yang diusulkan EPA dapat mengakhiri jaminan tersebut secara diam diam. Jaminan input publik selama ini menjadi instrumen bagi warga untuk mengetahui polutan apa saja yang berpotensi dikeluarkan fasilitas industri di dekat pemukiman mereka.
Pada 25 Agustus 2026, The Guardian mengonfirmasi bahwa pemerintahan Trump mengusulkan aturan baru yang membongkar kewajiban data center melaporkan polusi udara secara publik. Sehari kemudian, Bisnow melaporkan detail yang lebih teknis, yaitu EPA mengincar penghapusan aturan transparansi emisi data center, termasuk persyaratan bagi negara bagian untuk mengungkapkan izin polusi udara dan membuka ruang komentar publik. The Verge, yang menerbitkan laporan pada 28 Agustus 2026, menjelaskan bahwa aturan yang hendak dibuang adalah aturan federal yang mewajibkan pemberitahuan publik dan kesempatan berkomentar ketika situs industri tertentu mengajukan izin udara. Laporan itu juga mencatat bahwa kebijakan ini akan membuat orang semakin sulit menilai polusi yang diciptakan pusat data, dan rencana itu terjadi di tengah meningkatnya resistensi komunitas terhadap pembangunan data center baru.
Para advokat lingkungan memperingatkan konsekuensi langsung dari penghapusan aturan ini. Tanpa kewajiban pemberitahuan publik, pengembang data center dan industri lain dapat memulai pembangunan tanpa memberikan peringatan kepada warga sekitar bahwa konstruksi direncanakan. The Verge mengutip pernyataan yang menggambarkan kekhawatiran itu, "Tidak ada yang tahu apa yang terjadi sampai buldoser sudah berada di lokasi." Mother Jones menyebut perubahan ini sebagai pengakhiran yang diam diam atas jaminan input publik dalam Clean Air Act. Jaminan tersebut tidak serta merta hilang dari undang undang, tetapi bisa menjadi kosong jika aturan pelaksana yang mewajibkan pemberitahuan dan komentar publik dihapus. Masing masing media yang meliput isu ini memiliki penekanan berbeda. The Verge menyoroti hak warga untuk berkomentar dalam proses izin udara. The Guardian menekankan kewajiban pelaporan polusi data center secara publik.
Bisnow melihatnya dari sisi kewajiban negara bagian untuk mengungkapkan izin polusi udara. Mother Jones mengingatkan jaminan Clean Air Act yang bisa berakhir diam diam. Keempat pemberitaan itu menggambarkan satu perubahan kebijakan yang sama dari sudut pandang yang berbeda. Dalam kerangka Clean Air Act, izin udara merupakan instrumen utama untuk mengatur emisi dari situs industri. Mekanisme pemberitahuan publik memberi warga kesempatan memberikan masukan sebelum izin diterbitkan. Dengan rencana penghapusan aturan ini, EPA dinilai mengurangi peran masyarakat dalam pengawasan kualitas udara, sebuah fungsi yang selama ini melekat pada proses perizinan federal. Tanpa mekanisme itu, masyarakat baru mengetahui adanya pembangunan setelah proses konstruksi dimulai, tanpa pernah mendapat kesempatan menyampaikan pendapat tentang izin polusi. Usulan ini juga menyentuh hubungan antara pemerintah federal dan negara bagian.
Bisnow melaporkan bahwa yang dihapus adalah kewajiban negara bagian untuk mengungkapkan izin polusi udara dan menyediakan ruang komentar publik. Dengan kata lain, transparansi perizinan yang selama ini dijamin pada tingkat negara bagian akan kehilangan landasan federalnya. Aturan yang hendak dihapus tidak secara khusus ditujukan kepada data center, melainkan mencakup situs industri tertentu secara umum. Namun, data center menjadi sorotan utama dalam pemberitaan karena sektor ini tengah menghadapi penolakan dari komunitas sekitar atas polusi yang ditimbulkan, sebagaimana dicatat The Verge. Pertumbuhan infrastruktur digital menjadi latar kebijakan ini. Data center yang melayani komputasi awan dan kecerdasan buatan semakin banyak dibangun di berbagai wilayah AS, dan bersamaan dengan itu muncul penolakan dari komunitas yang khawatir terhadap polusi.
Penghapusan kewajiban pemberitahuan publik akan membuat masyarakat semakin sulit menilai polusi yang diciptakan pusat data tersebut, seperti ditulis The Verge. Hingga laporan laporan itu terbit, belum ada pernyataan resmi dari EPA yang dikutip media. Pemberitaan yang ada didasarkan pada dokumen usulan aturan dan peringatan kelompok advokat, sementara status kebijakan ini masih berupa proposal, bukan aturan final. Jika usulan ini menjadi final, warga yang tinggal di dekat lokasi pembangunan data center akan kehilangan jalur resmi untuk mengetahui dan menanggapi izin polusi udara sebelum konstruksi dimulai. The Guardian menempatkan usulan ini sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump membongkar kewajiban pelaporan polusi data center, sementara Mother Jones menyebutnya sebagai pengakhiran diam diam atas jaminan partisipasi publik dalam Clean Air Act.