AI
Databricks Raup Valuasi Rp3.000 Triliun, Kokohkan Posisi sebagai Pemain AI Alternatif
Databricks mencapai valuasi US style="background-color: #ffffff;"88 miliar, menegaskan perannya sebagai platform AI alternatif dengan fokus pada model open-weight yang lebih hemat biaya.
Oleh Tim Editorial

Databricks, perusahaan yang awalnya dikenal sebagai platform analitik data besar, kini mencapai valuasi US style="background-color: #ffffff;"88 miliar dalam putaran pendanaan terbaru. Pencapaian ini memperpanjang momentum perusahaan sebagai pemain alternatif di industri kecerdasan buatan yang selama ini didominasi oleh raksasa seperti OpenAI dan Google. Menurut laporan TechCrunch pada 17 Juli 2026, Databricks telah merombak citranya menjadi perusahaan AI dan menerbitkan riset tentang penghematan biaya dari penggunaan model AI open weight untuk tugas coding. Riset tersebut menunjukkan bahwa model open weight dapat memberikan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan model proprietary. Valuasi US style="background-color: #ffffff;"88 miliar menempatkan Databricks di jajaran perusahaan teknologi paling bernilai di dunia, meskipun masih di bawah perusahaan seperti Nvidia, Microsoft, atau Apple. Pencapaian ini menunjukkan bahwa investor melihat potensi besar dalam pendekatan Databricks yang menggabungkan infrastruktur data dengan kemampuan AI.
Transformasi Databricks menjadi perusahaan AI bukanlah hal yang terjadi dalam semalam. Perusahaan yang didirikan oleh para peneliti dari UC Berkeley ini telah lama membangun platform yang memungkinkan perusahaan mengelola dan menganalisis data dalam skala besar. Kini, platform tersebut diperluas dengan kemampuan AI generatif. Fokus Databricks pada model open weight menjadi pembeda utama di pasar yang didominasi oleh model proprietary. Model open weight memungkinkan pengembang untuk mengakses dan memodifikasi bobot model, memberikan fleksibilitas lebih besar dibandingkan model tertutup. Pendekatan ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada penyedia cloud tertentu. Riset yang diterbitkan Databricks tentang penghematan biaya model open weight untuk coding menjadi bukti konkret keunggulan pendekatan mereka. Dalam riset tersebut, Databricks menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghemat biaya secara substansial dengan menggunakan model open weight untuk tugas tugas pemrograman tertentu.
Pasar AI saat ini memang menunjukkan tren pergeseran ke arah model yang lebih terbuka. Beberapa perusahaan besar seperti Meta telah merilis model open source seperti Llama, sementara startup seperti Mistral AI juga mengadopsi pendekatan serupa. Databricks masuk ke dalam ekosistem ini dengan menawarkan platform yang terintegrasi. Valuasi US style="background-color: #ffffff;"88 miliar juga mencerminkan keyakinan investor bahwa permintaan untuk solusi AI enterprise akan terus tumbuh. Banyak perusahaan mencari cara untuk mengadopsi AI tanpa harus bergantung sepenuhnya pada API dari penyedia model proprietary yang mahal. Databricks menawarkan solusi yang memungkinkan perusahaan menjalankan model AI di infrastruktur mereka sendiri atau di cloud pilihan mereka. Ini memberikan kontrol lebih besar atas data dan biaya, dua faktor kritis bagi perusahaan besar yang memiliki persyaratan kepatuhan dan anggaran yang ketat.
Meskipun valuasi ini mengesankan, Databricks masih menghadapi persaingan ketat dari pemain mapan seperti Snowflake di sisi data dan OpenAI di sisi AI. Namun, posisi unik Databricks sebagai jembatan antara data dan AI memberikan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. Perusahaan juga terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk mempertahankan posisinya. Publikasi riset tentang efisiensi biaya model open weight adalah bagian dari strategi untuk membangun kredibilitas di komunitas AI dan menarik lebih banyak pengembang ke platform mereka. Ke depannya, Databricks diperkirakan akan terus memperluas kemampuan AI nya, baik melalui pengembangan internal maupun akuisisi. Pasar akan mengamati apakah perusahaan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai profitabilitas yang berkelanjutan. Valuasi US style="background-color: #ffffff;"88 miliar juga memberikan sinyal positif bagi ekosistem startup AI secara keseluruhan.
Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pemain alternatif untuk tumbuh di samping raksasa yang sudah mapan, selama mereka menawarkan nilai yang berbeda dan relevan bagi pasar. Bagi perusahaan yang mencari solusi AI yang lebih fleksibel dan hemat biaya, Databricks menawarkan opsi yang menarik. Kombinasi antara platform data yang matang dengan kemampuan AI yang terus berkembang membuat perusahaan ini layak diperhitungkan dalam peta persaingan industri kecerdasan buatan global.