AI

Cognition Dikabarkan Incar Pendanaan Baru USD 1 Miliar dengan Valuasi USD 40 Miliar

Startup AI coding Cognition dikabarkan dalam pembicaraan awal dengan investor untuk menggalang dana lebih dari USD 1 miliar dengan valuasi di atas USD 40 miliar.

Oleh Tim Editorial

Cognition Dikabarkan Incar Pendanaan Baru USD 1 Miliar dengan Valuasi USD 40 Miliar
techmeme.com

Cognition AI, pengembang asisten coding berbasis kecerdasan buatan bernama Devin, dikabarkan sedang dalam pembicaraan awal dengan investor untuk putaran pendanaan baru yang dapat mendongkrak valuasi perusahaan lebih dari 50 persen. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Rebecca Torrence dari Bloomberg dan diangkat Techmeme pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Putaran pendanaan baru ini ditargetkan mengumpulkan lebih dari USD 1 miliar dengan valuasi di atas USD 40 miliar. Jika terealisasi, angka tersebut menandai lompatan valuasi yang signifikan dibandingkan putaran sebelumnya pada Mei 2026, ketika Cognition berhasil mengumpulkan USD 1 miliar dengan valuasi USD 26 miliar. Kenaikan ini merepresentasikan apresiasi valuasi sekitar 54 persen hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

Kabar ini muncul di tengah momentum pertumbuhan pendapatan Cognition yang dilaporkan mencapai USD 492 juta dalam annualized revenue run rate (ARR), sebagaimana diungkapkan TechCrunch dalam pemberitaannya pada 27 Mei 2026. Angka tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk melipatgandakan valuasinya dalam delapan bulan, menurut pernyataan perusahaan saat itu. Putaran pendanaan Mei 2026 tersebut dilakukan dengan pre money valuation sebesar USD 25 miliar, yang berarti valuasi pasca pendanaan mencapai USD 26 miliar. TechCrunch mencatat bahwa saat itu Cognition menyebut pencapaian ARR USD 492 juta sebagai bukti pertumbuhan bisnis yang pesat di segmen perangkat pengembang perangkat lunak. Cognition dikenal melalui produk unggulannya, Devin, yang dipasarkan sebagai agen coding otonom berbasis AI.

Devin dirancang untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam menulis, menguji, dan memperbaiki kode secara mandiri, sebuah kategori yang semakin ramai diperebutkan oleh pemain besar seperti GitHub Copilot dari Microsoft, Codeium, dan produk serupa dari perusahaan rintisan lain. Laporan terbaru Bloomberg tentang putaran pendanaan baru ini masih berdasarkan sumber anonim dan belum ada konfirmasi resmi dari Cognition maupun investor yang terlibat. Sifat pembicaraan yang masih awal menunjukkan bahwa detail final, termasuk jumlah pasti dana yang dikumpulkan dan valuasi akhir, dapat berubah seiring negosiasi berlanjut. Jika putaran pendanaan ini berhasil, valuasi USD 40 miliar akan menempatkan Cognition di jajaran startup AI paling bernilai di dunia, sejajar dengan perusahaan perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI yang juga mengalami lonjakan valuasi dalam dua tahun terakhir.

Fenomena ini mencerminkan keyakinan investor yang kuat terhadap potensi komersialisasi teknologi AI generatif, khususnya di bidang pengembangan perangkat lunak. Segmen AI coding menjadi salah satu area paling panas dalam ekosistem startup AI. Produk seperti Devin menjanjikan peningkatan produktivitas pengembang secara dramatis, yang berpotensi mengubah cara perusahaan perangkat lunak membangun dan memelihara aplikasi. Investor melihat pasar ini sebagai peluang besar karena hampir setiap perusahaan teknologi membutuhkan pengembang dan berupaya menekan biaya pengembangan. Kenaikan valuasi Cognition yang cepat juga menyoroti dinamika kompetitif di pasar modal ventura untuk startup AI. Perusahaan yang mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, seperti yang dilakukan Cognition dengan ARR mendekati USD 500 juta, dapat menegosiasikan valuasi yang jauh lebih tinggi dalam waktu singkat.

Ini berbeda dengan startup tahap awal yang sering kali dinilai berdasarkan potensi, bukan pendapatan aktual. Namun, valuasi yang tinggi juga membawa ekspektasi yang lebih besar. Cognition harus mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatannya dan membuktikan bahwa produknya dapat diadopsi secara luas oleh perusahaan perusahaan besar. Tekanan untuk memonetisasi teknologi AI coding akan semakin besar seiring meningkatnya valuasi perusahaan. Belum ada pernyataan resmi dari Cognition mengenai kabar putaran pendanaan terbaru ini. Perusahaan juga belum mengungkapkan bagaimana dana segar tersebut akan digunakan jika putaran pendanaan terealisasi. Sebelumnya, pendanaan Mei 2026 disebutkan akan digunakan untuk memperluas kapabilitas Devin, merekrut lebih banyak insinyur, dan meningkatkan infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI. Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap startup AI coding secara global.

Beberapa perusahaan rintisan lain di bidang serupa juga dilaporkan sedang dalam proses penggalangan dana dengan valuasi yang meningkat, menandakan bahwa pasar masih sangat optimistis terhadap masa depan otomatisasi pengembangan perangkat lunak. Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa valuasi tinggi di sektor AI tidak selalu sejalan dengan profitabilitas jangka pendek. Banyak perusahaan AI masih mengeluarkan biaya besar untuk komputasi dan riset, sementara pendapatan mereka belum tentu mampu menutup biaya operasional. Cognition sendiri belum mengungkapkan status profitabilitasnya secara publik. Status perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil negosiasi antara Cognition dan calon investor. Jika kesepakatan tercapai, putaran pendanaan ini akan menjadi salah satu yang terbesar di sektor AI coding dan dapat menjadi barometer bagi startup lain yang ingin menggalang dana dengan valuasi tinggi dalam waktu dekat.

Sumber dan referensi