AI
Arcee AI dan Departemen Energi AS Bangun Model AI Terbuka untuk Riset Ilmiah
Arcee AI mengumumkan kemitraan dengan Departemen Energi AS untuk membangun Genesis-Science-1, model AI terbuka untuk riset ilmiah.
Oleh Tim Editorial

Arcee AI, perusahaan pengembang model bahasa besar (LLM) yang berbasis di Amerika Serikat, mengumumkan kemitraan dengan Departemen Energi AS (DOE) untuk membangun Genesis Science 1 (GS1). Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Arcee AI di platform X pada Jumat, 24 Juli 2026. GS1 digambarkan sebagai model AI open weight Amerika dan kerangka riset yang diatur (governed research harness) yang dirancang untuk menyelesaikan alur kerja komputasi ilmiah sambil menjaga catatan yang dapat direproduksi dari pekerjaannya. Model ini akan dibentuk oleh para ilmuwan yang memahami pekerjaan ilmiah secara mendalam. DOE membuka program kontributor bagi peneliti, laboratorium, universitas, perusahaan, dan organisasi nirlaba untuk berpartisipasi dalam pengembangan GS1. Arcee AI juga sedang berdiskusi dengan mitra infrastruktur yang dapat menambah kapasitas pelatihan atau evaluasi model.
Kemitraan ini merupakan bagian dari Genesis Mission, sebuah inisiatif nasional DOE untuk membangun platform ilmiah paling kuat di dunia guna mempercepat sains penemuan, memperkuat keamanan nasional, dan mendorong inovasi energi. Genesis Mission pertama kali diumumkan oleh DOE pada Oktober 2025. Pada Desember 2025, DOE mengumumkan perjanjian kolaborasi dengan 24 organisasi yang tertarik untuk memajukan Genesis Mission. Langkah ini menandai komitmen awal pemerintah AS untuk melibatkan sektor swasta dan akademisi dalam proyek AI berskala besar untuk sains. Mark McQuade, pendiri dan CEO Arcee AI, menyebut kemitraan ini sebagai hari besar bagi Arcee dan bagi AI open weight Amerika. Dalam unggahan di LinkedIn, ia menyatakan bangga dapat bermitra dengan DOE untuk membangun generasi berikutnya dari model terbuka untuk riset ilmiah.
GS1 berbeda dari model AI komersial tertutup karena bobot modelnya akan bersifat terbuka (open weight), memungkinkan peneliti untuk memeriksa, memodifikasi, dan mereproduksi hasil kerja model. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip sains terbuka yang menekankan transparansi dan reproduksibilitas. Model ini dirancang untuk menyelesaikan alur kerja komputasi ilmiah yang kompleks, seperti simulasi fisika, analisis data genomik, atau pemodelan iklim. Dengan menjaga catatan yang dapat direproduksi, GS1 memungkinkan peneliti lain untuk memverifikasi dan membangun di atas hasil yang dihasilkan. Program kontributor yang dibuka DOE bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan di ekosistem riset AS. Laboratorium nasional DOE, universitas riset, perusahaan teknologi, dan organisasi nirlaba diundang untuk berkontribusi dalam pengembangan GS1.
Arcee AI menyatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan mengundang partisipasi publik untuk membangun secara terbuka, dimulai dengan GS1. Perusahaan belum mengungkapkan jadwal rilis atau spesifikasi teknis detail model tersebut. Kemitraan ini menandai langkah signifikan dalam upaya pemerintah AS untuk mengembangkan kapasitas AI domestik untuk riset ilmiah. Dengan melibatkan sektor swasta dan komunitas riset, DOE berharap dapat mempercepat penemuan ilmiah di berbagai bidang. Genesis Mission sendiri merupakan inisiatif ambisius yang bertujuan membangun platform AI paling kuat di dunia untuk sains. Inisiatif ini mencakup pengembangan model AI, infrastruktur komputasi, dan kolaborasi lintas sektor. DOE telah lama menjadi pemimpin dalam komputasi berkinerja tinggi (HPC) melalui laboratorium nasionalnya.
Dengan Genesis Mission, DOE berupaya mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja ilmiah untuk mempercepat penemuan yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun tahun. Arcee AI, yang didirikan pada 2023, fokus pada pengembangan model bahasa kecil yang efisien dan dapat disesuaikan untuk aplikasi spesifik. Kemitraan dengan DOE ini menempatkan Arcee AI di garis depan pengembangan AI untuk sains. Belum ada informasi mengenai anggaran atau nilai kontrak kemitraan ini. Arcee AI dan DOE belum merilis pernyataan resmi lebih lanjut di luar pengumuman di media sosial. Para pengamat industri mencatat bahwa keterbukaan model GS1 dapat menjadi preseden bagi proyek AI pemerintah di masa depan. Jika berhasil, GS1 dapat menjadi model bagi kolaborasi AI terbuka antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Pengembangan GS1 juga berpotensi mempengaruhi arah kebijakan AI di AS, terutama terkait standar transparansi dan reproduksibilitas dalam riset yang didanai pemerintah. DOE tampaknya memilih pendekatan terbuka untuk memaksimalkan dampak ilmiah dan keamanan nasional. Langkah ini juga mencerminkan tren global menuju AI yang lebih terbuka dan dapat diaudit, terutama untuk aplikasi di bidang sains dan keamanan nasional. Negara negara lain seperti Inggris dan Jepang juga telah meluncurkan inisiatif serupa untuk mengembangkan AI untuk sains. Arcee AI dan DOE berencana untuk terus memperbarui publik tentang perkembangan GS1 melalui program kontributor dan saluran komunikasi lainnya. Masyarakat riset dan industri menantikan detail lebih lanjut tentang spesifikasi teknis dan jadwal pengembangan model ini.